Jika sex bebas sudah merajalela di masyarakat – Cerita selingkuh dengan tetangga sebelah itu hal biasa !


Bayangkan jika sebuah masyarakat itu sudah terkena penyakit pornografi,  akibatnya itu sungguh mengerikan. Nggak usah dulu bawa-bawa agama deh yang sudah jelas melarang, tapi dari sisi kemanusiaan saja, pornografi, sex bebas itu adalah sebuah penyakit.

  • Hilangnya garis keturunan yang jelas secara sosial dan secara hubungan keluarga. Nantinya kalau ada anak bertanya pada emak siapa bapaknya, maka sang emak akan bingung menjawabnya. Walaupun secara biologis dengan tes DNA bisa diketahui siapa ayah dan ibunya, tetapi secara pengakuan apakah seorang laki-laki akan mau mengakui anak dari seorang yang perempuan itu sudah biasa melakukan sex dengan siapa saja
  • Rusaknya hubungan keluarga karena secara aslinya, manusia itu nggak akan terima jika orang yang dicintainya itu selingkuh dengan tetangga, selingkuh dengan orang lain. Pertengkaran, cerai, dan keluarga yang berantakan akan terjadi di sana dan sini.
  • Tiap hari dan tiap saat adalah sex dan sex yang ada dipikiran generasi produktifnya. Bagaimana caranya nanti malam bisa tidur dengan seorang wanita, siapapun itu.
  • Banyak wanita yang akan melacurkan diri karena akibat ketidak jelasan hubungan keluarga yang merusak susunan tanggung jawab siapa yang mencari nafkah. Ini sangat mengerikan sekali sekarang sudah terjadi di sebuah kota, yang di sana itu kota sarang narkoba, para perempuannya itu keluar ke pinggir-pinggir jalan secara terang-terangan untuk menjajakan tubuhnya kepada laki-laki.
  • Penyakit kelamin yang juga akan merajalela di sana sini. Yang bisa kita bayangkan adalah masyarakat yang lemah fisiknya, tidak produktif, rusak moralnya, konsumtif. Sungguh mengerikan…
  • Nasib orang tua yang nggak jelas. Sekarang saja, yang masih jelas siapa anak dan siapa orang tua, sudah banyak sekali kasus seorang anak menyia-nyiakan orang tuanya yang sudah renta. Bahkan di kalangan orang-orang terpelajar malah menaruh orang tuanya yang sudah renta itu di panti jompo karena nggak mau mengurusnya. Apalagi nanti yang sudah tidak jelas lagi hubungan siapa anak dan siapa orang tua. Apa iya ada orang yang dengan kondisi lingkungan seperti itu akan mau mengurua orang tua yang belum tentu adalah orang tua aslinya.
  • Eksploitasi kepuasan dalam melakukan hubungan sex akan melahirkan aliran-aliran yang keluar dari kodrat manusia. Dan sekarangpun sudah kelihatan dengan adanya penyuka sesama jenis baik laki-laki maupun perempuan.

Sangat mengerikan untuk generasi sebuah negara. Dan itulah mengapa dalam ajaran agama juga dilarang untuk berbuat zina, mendekatinya saja tidak boleh.

Tetapi celakanya sekarang dengan alasan dan nama HAM, ini sedang gencar banget di generasi muda Indonesia sekarang. Sudah rahasia umum beberapa tempat lokasi perkuliahan malah melahirkan kasus-kasus sex bebas.

Oke, itu coretan saya pagi ini… mari kita jaga diri untuk paling tidak, kita tidak berpartisipasi dalam kerusakan.

Posted from WordPress for Android

Penulis: ahsanfile

Enak makan, enak tidur cukuplah itu di dunia... selalu memperbaiki keimanan di tengah lingkungan yang sudah rusak, cukuplah itu untuk akhirat..

3 tanggapan untuk “Jika sex bebas sudah merajalela di masyarakat – Cerita selingkuh dengan tetangga sebelah itu hal biasa !”

  1. makanya free sex harus dilarang. pergaulan bebas harus dilarang. pacaran harus dilarang. pasangan harus diawasi. ketaqwaan juga harus ditingkatkan. sadarkan keluarga dan masyarakat dengan agama karena cuma itu kontrol yang bisa mengendalikan mereka di manapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.