Cerita Sex Terbaru – Para remaja yang mulai bingung manfaat lain dari internet di smartphone


Punya gadget sekarang aku lihat adalah tren di daerah-daerah yang bukan kota besar. Hampir setiap abg aku saksikan kemarin pegangannya sudah smartphone, bukan lagi hp yang sekedar untuk sms, telepon dan chatting saja. Itu handphone era 2005 sampe 2010an.

Kejadian-kejadiannya begini:

Sekelompok remaja dari kalangan yaaa yang sebenarnya smartphone itu terlalu mewah dan bukan kebutuhan pokok seperti rumah yang layak, makan dan hidup standar. Tetapi demi menuruti tren dan rengekan anaknya yang sudah remaja (kelas 4 sd sampe smp) itu rela membelikan anaknya gadget. Yaa walaupun bagi orang kota itu murahan tetapi untuk akses internet itu sudah lebih dari cukup.

Chatting dengan temen, browsing, game dan yang serba remaja kekinian banget. Fitur utama seperti sms dan telepon itu nggak jelas tujuannya. Anak daerah, hanya dia yang pegang hp di keluarganya, lalu dia sms, telepon, chatting itu sama siapa ? Ngehabisin jatah pulsa sampensering nulis status di socmed kalau dia sangat galau dan mati gaya kalau quota internetnya lagi habis.

Buat apa ?

Nah dari ketidak wajaran itu aku mencoba membuat investigasi kecil di daerahku sendiri, dan aku yakin nanti hasil kondisi yang aku dapatkan itu juga terjadi di daerah lain.

#1
Anak remaja pegang hp itu sedikit sekali jatahnya yang digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Paling kalau ada keperluan darurat atau menghubungi kelarga yang lain jika akan ada acara saja.

#2
Lebih banyak jatah komunikasi itu yang orang tuanya tidak tahu dan sengaja di sembunyikan agar orang tua tidak tau. Contohnya adalah sms dan teleponan dengan pacar atau kenalan baru. Ini aku saksikan dan denger sendiri ketika berkunjung malam-malam di sebuah perempatan.

Anak-anak muda, itu sedang merubung temennya yang sedang smsan dengan seorang cewe. Kalau smsan antara dua orang pacar itu gak mungkin akan dipublikasikan dan gak akan seru untuk dilihat rame-rame. Rupanya isi entah sms atau chattingnya itu agak berbau mesum.

Cerita lain, seorang gadis, kelas 2 smp, itu kalau malam sering sekali telponan dan smssan dengan seseorang. Itu larut malam, dan setelah diselidiki itu ternyata dengan seorang cowok yang cewek itupun gak kenal. Secara penilaian moral kan bisa kita lihat kalau cowoknya itu yang suka nelpon gadis malam-malam itu kan cowok nggak bener. Dan si gadis dengan senang hati melayani cowok itu juga sesuatu yang mengkhawatirkan.

#3
Ketika para remaja itu mengakses internet dari device pribadinya itu sudah melewati fungsi yang diajukan ke orang tuanya yaitu kalau kemarin-kemarin di daerah itu warnet ramai karena para anak sekolah itu rajin copy paste artikel di internet untuk tugas di sekolahan.

Hasil lain dari kepandaian browsing diinternet adalah kecanduan mengakses artikel-artikel yang bersifat mesum. Jujur saja, pernah saya ke warnet, history dari browsernya itu sungguh menggiurkan bagi penerus pengguna komputer di warnet itu. Nggak tau bagaimana ceritanya, mereka itu nemu saja situs-situs mesum yang lolos dari filter pemerintah.

Yang kedua, di warnet yang sudah lebih baik itu ada filter situs-situs dewasa. Aku lihat memang sih bukan yang video atau gambar-gambar porno, tetapi berupa cerita-cerita mesum yang sungguh kacau. Cerita ngesex dengan bu guru, cerita sex dengan tante sendiri, cerita sex dengan teman satu kelas…. parah pokoknya… ini sih memang sampel dari satu warnet dan satu komputernya dan ini ada di daerah.

Tapi bagaimana dengan akses pribadi dari browser smartphone ? Selain artikel untuk tugas sekolah, apa mereka  juga nggak lebih leluasa mengakses konten porno dan artikel cerita mesum ?

Nah dari beberapa artikel “contra keyword direction” yang aku buat beberapa waktu yang lalu, aku menjadi yakin kalau banyak sekali akses konten mesum dari orang-orang yang baru kenal internet. Dari keyword yang digunakan sama konten artikel yang dicari itu, jelas sekali bahwa merek masih pemula dalam dunia browsing.

Kesimpulan dari tulisan ini apa ?

Yaitu bahwa remaja sekarang ini bukan lagi menggunakan fasilitas kecanggihan akses internet yang mereka dapatkan itu sebagai hal positif, tetapi lebih banyak akses negatifnya yaitu akses konten mesum.

Manfaat yang bisa kita ambil adalah dimulai dari kita dan keluarga serta orang-orang terdekat yaitu pandai-pandailan memfilter dan membatasi akses negatif dari gadget yang kita berikan generasi atau anak kita. Yakinlah bahwa konten negatif berupa konten mesum itu seperti sebuah penyakit yang membuat orang kecanduan yang dia merasa senang melakukannya.

Oh iya, tentang artikel-artikel “contra keyword direction” yang aku buat kemarin itu sudah menghasilkan kesimpulan yang aku sebutkan sebelumnya yaitu dari banyaknya orang yang nyasar ke blogku ketika mereka mencari konten mesum dan malah menemukan nasehat, mereka langsung marah-marah memaki-maki aku.

Ada yang menggoblok-goblokan aku, ada yang nyuruh aku untuk ngaca dulu, ada yang menyuruh kalau aku memberi nasehat orang itu sebaiknya di mesjid-mesjid saja, dan ada juga yang katanya lagi baca-baca saja pengin tau artikel mesum malah dinasehati dan marah-marah. Yaaa gitu lah kalau orang sudah kena penyakit kecanduan pornografi, maka jiwanya itu mudah sekali tersinggung dengan nasehat.

Dan itulah salah satu bahayanya pornografi yang orang atau negara tidak percaya Tuhan saja sangat melarang pornografi. Harusnya orang atau negara yang percaya Tuhan itu malah lebih serius dalam menjaga generasinya agar tidak terkena pornografi.

Penulis: ahsanfile

Enak makan, enak tidur cukuplah itu di dunia... selalu memperbaiki keimanan di tengah lingkungan yang sudah rusak, cukuplah itu untuk akhirat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.