Nasib seekor burung mati menabrak kaca !


Bagaimana jika kita melihat sebuah pintu yang lurus di sebuah bangunan mewah ? Seringnya sampai harus diberi informasi “awas kaca !” Itupun masih ada saja orang yang menabraknya. Itu manusia yang indera dan akalnya lebih. Bagaimana jika yang menabrak adalah seekor burung ? Mungkin seperti ini nasibnya !

image

Mati, tanpa ada yang mengurus mayatnya, sangat menyedihkan jika itu adalah burung yang memiliki nilai buat seseorang yang selama ini merawatnya. Terbuang sia-sia membusuk begitu saja !

image

Tidak ! Bukan seperti itu yang sebenarnya, setiap yang terjadi di alam ini tidak ada yang sia-sia dan tanpa ada artinya.

Lihat ! Mayat burung itu menjadi makanan buat semut yang ada di situ, menjadi tempat yang nyaman buat lalat untuk bertelur dan menjamin ketersediaan makanan untuk anak-anaknya ketika menetas menjadi belatung nanti.

Kita manusia memang seringnya menggunakan akal pendek kita dalam menilai apa yang terjadi di sekitar kita. Kita seringnya menyandarkan pada cara hidup yang jauh dari “siapa kita dan buat apa kita hidup”…

Penulis: ahsanfile

Enak makan, enak tidur cukuplah itu di dunia... selalu memperbaiki keimanan di tengah lingkungan yang sudah rusak, cukuplah itu untuk akhirat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.