Glass reflection – Nasehat dari seorang fotografer buatku yang suka foto asal jepret tanpa style dan skill fotografi !

on

Selama ini aku memfoto objek atau benda atau apalah itu hanya sesuai seleraku, tak pernah memikirkan cara atau teknik memfoto. Hanya zoom dan jarak saja yang sering aku sesuaikan. Aku merasa selama ini hasil-hasil fotoku yang aku jadikan pelengkap cerita dan tulisanku sudah lebih dari cukup. Tetapi hari ini aku merasakan sesuatu yang cukup telak menancap di pikiranku.

Dinasehati habis-habisan soal fotografi yang selama ini saya aku lakukan. Ini adalah moment yang berkesan yang membuatku merasa fotografi itu rumit dan malah susah serta butuh kamera yang canggih. Walau beliau berkali-kali mengatakan kualitas kamera itu bukan masalah untuk mendapatkan foto yang bagus, tetapi adalah teknik dan cara mengambil foto yang harus disesuaikan.

Coba lihat hasil foto saya di bawah ini:

image

Dibandingkan dengan gambar yang ini:

image

Aku sangat berterimakasih sekali pada beliau yang sudah bersedia memberikan banyak masukan untuk foto-foto yang aku hasilkan selama ini. Sampai aku sedikit jelas untuk prinsip bagaimana mengambil foto yang baik sehingga kualitas gambar itu ada.

Kata beliau gambar pertama itu bagus sekali, orang bisa mudeng dan menangkap makna dari foto itu. Sementara untuk foto kedua itu beliau menilainya jelek dan salah serta bingung mendapatkan maksud dari foto tersebut.

Tetapi saya nggak mudeng juga dimana bagusnya foto pertama dan dimana salahnya foto kedua. Dan saya menjadi merasa sulit untuk membayangkan bagaimana nanti aku harus memfoto yang hasilnya bagus.

Beliau kemudian melihat-lihat hasil fofo saya yang tersimpan di memory card kamera. Dikomentari sekilas sebagai contoh hasil foto yang salah beserta koreksi seharusnya bagaimana.

Kemudian beliau menjelaskan seperti ini:

  • Foto kalau objek fotonya ada cakrawala seperti garis pantai atau batas apapun itu harus lurus tak boleh miring. Misalnya memfoto pantai tak boleh garis pantainya miring
  • Foto itu harus memiliki POI atau Point Of Interest, yaitu apa yang mau difoto itu dapat dimengerti oleh orang yang melihat foto itu. Harus jelas fokus foto itu apa. Misalnya mau memfoto buah bisang, maka fotonya harus dominan buah pisang, jangan dari bawah pohon sampai sekitarnya di foto
  • Jangan terlalu luas area foto jika kita ingin memfoto sebuah benda agar ketika dilihat fotonya orang bisa mengerti apa yang kita maksud

Intinya, teknik dasar memfoto adalah posisi dan cahaya harus sesuai. Posisi adalah bagaimana mengambil foto dari jarak yang pas dan jangan sampai miring atau tidak jelas fokus foto. Kemudian cahaya adalah kita mengatur intensitas cahaya yang ini biasanya diatur lewat ISO, Frame Speed, Diafragma dan lainnya.

Selanjutnya adalah seni atau art dalam menampilkan atau memilih objek foto. Yang ini setiap orang berbeda-beda jenia dan ketertarikannya yang tidak akan sama antar orang. Tetapi masalah positioning dan lighting itu wajib dikuasai seorang yang memegang kamera.

2 Comments Add yours

  1. Memang sih teknik fotografi bisa membuat foto jadi nampak indah. Tapi seringkali aturan ada untuk dilanggar, xixixi…

    1. ahsanfile berkata:

      Kalau tahu teknik dan melanggar itu masih mending karena sudah tahu, lha ini saya blas gak tau teknik tapi udah jeprat-jepret aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.