Bajang, bunga melinjo gagal yang bisa dijadikan makanan saat paceklik


Ini salah satu cara para orang tua kita bertahan hidup dulu saat jaman paceklik apa lagi di jaman penjajahan. Dan aku masih sempat mendapatkan cerita langsung dari mereka yang hidup tahun 1900an..

Hidup di desa sebenarnya jika sampai kelaparan itu masalahnya hanya ada tiga yaitu tidak punya lahan, malas bekerja dan dibenci masyarakat. Orang yang punya lahan ketika musim paceklik itu bisa memanfaatkan banyak isi kebun untuk di makan. Seperti yang dilakukan oleh embah buyutku dulu, ketika musim paceklik, bunga melinjo gagalpun dijadikan makanan. Lihat foto-foto berikut ini:

image

Hunga melinjo itu tidak semuanya akan jadi buah karena faktor pembuahan yang tidak merata. Untuk bakal buah yang nggak jadi ini tidak akan rontok dan akan ikut tua seperti buah yang jadi. Nhaa buah yang nggak jadi ini yang disebut dengan bajang. Baik yang kecil maupun agak besar itu disebut bajang.

image

image

Bajang ini jika langsung di olah itu rasanya nggak enak banget. Kasar, pahit, keras dan baunya kadang bikin pusing. Caranya adalah dengan direbus sampai lunak dan dibuang airnya. Nanti tinggal diolah lagi misalnya ditumis atau di santan.

image

Salah sisa hasil bertahan hidup orang tua terdahulu adalah kulit melinjo yang sampai saat ini masih banyak orang yang memakannya. Lebih enakndan masih sering kita temukan masakan olahan dari kulit melinjo ini misalnya di warteg yang ditumis dengan ikan asin teri.

NOTE
Hak Cipta Artikel Milik Ahsanfile Project, Hak Cipta merek yang dipublikasikan dalam artikel ini milik masing-masing pemegang profil. Tidak diperbolehkan copy paste kecuali mengambil isi tulisan ini sebagai referensi dan menyertakan link website ini.

Penulis: ahsanfile

Enak makan, enak tidur cukuplah itu di dunia... selalu memperbaiki keimanan di tengah lingkungan yang sudah rusak, cukuplah itu untuk akhirat..

3 tanggapan untuk “Bajang, bunga melinjo gagal yang bisa dijadikan makanan saat paceklik”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.