Jajan Pasar – Snack tradisional yang awalnya buat sajen, sekarang buat makanan pelengkap acara tumpengan


Dulu ketika sebagian besar masyarakat indonesia masih menyembah dewa atau benda, salah satu ritualnya adalah membuat makanan yang sehari-hari dimakan menjadi sesajian atau sajen untuk dipersembahkan kepada yang mereka sembah. Bahan-bahan makanan, makanan yang sudah jadi, buah-buahan ditata apik sebagai bentuk syukur. Itu dulu dan masih ada sebagian orang yang melanjutkannya.

image

Sejak islam masuk, kebiasaan membuat sesajian atau sajen tidak dihilangkan tetapi diganti untuk di makan sendiri. Tetapi jenis makanannya nggak berubah yaitu terdiri dari buah, kue, roti, rebusan, bubur dan lainnya. Tampak persis seperti gambar di atas.

Contoh buah yang biasa dipakai adalah buah pisang raja. Pisang buah yang rasanya enak dan legit. Kue dan roti seperti lepet, apem, bolu, roti gulung, dan lainnya. Untuk rebusan ada kacang, ubi, ketela. Untuk bubur biasanya bubur pati atau bubur sumsum.

Nah kemarin aku sempat menikmati sajen ini yang ada saat ada acara syukuran perpisahan seorang teman kerja. Yang aku incar adalah pisang, ubi rebus, ketela rebus dan lepet yang rasanya masih enak menurutku.

Penulis: ahsanfile

Enak makan, enak tidur cukuplah itu di dunia... selalu memperbaiki keimanan di tengah lingkungan yang sudah rusak, cukuplah itu untuk akhirat..

Satu komentar pada “Jajan Pasar – Snack tradisional yang awalnya buat sajen, sekarang buat makanan pelengkap acara tumpengan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.