Kisah sedih kèr yang berubah menjadi ingkung


Yang gampang trenyuh, jangan baca tulidan ini. Banyak cerita sedih di dalamnya.

Awal ceritanya gini, dulu tuh aku pas kecil punya ayam dan sampai levelnya hewan kesayangan. Ayam cowok eh jago yang aku temukan di got gelap-gelap pas gerimis hujan selepas maghrib di halaman sekolah sdku.

Tak pelihara, tak kasih nama kèr, tak kasih makan spesial sampai besar. Jadi temen bermain, bahkan ikut kesana kemari kalau aku lagi di rumah. Dipanggil selalu datang dan ngglibet ke kaki. Pokoknya seru banget.

Nhaa suatu hari sepulang sekolah, biasanya sudah ngadang di halaman rumah. Tapi nggak ada, aku panggil-panggil nggak ada yang datang. Tak cari ke kebun nggak ada. Haduh kemana yaa ? Seperti menghilang begitu saja

Dan alangkah terkejutnya, masuk rumah ada pemandangan aneh. Sebuah ember kecil hitam, ada sepasang kaki ayam menjulur di atasnya. Aku dekati dan ada seekor ayam sudah nggak ada bulu, perut menganga bersih. Leher terkoyak telah disembelih. Usus terburai bersih. Mata terpejam dan lidah menjulur keluar…

Aaaaaa itu ternyata ayam yang aku cari… tidaaaakk… 😢😢😢😢

Ayamku disembelih mo dijadikan lauk acara kendurian. Aku tanya ibuku katanya mo dibikin ingkung. Hiks… Sudahlah… sedih aku menceritakannya… terlalu banyak kekecewaan dan sedih, pokoknya endingnya nggak doyan ayam. Tiap kali mau makan ayam, ingat kèr.. 😢😢

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s