Sudi dan Dudi, #5 mencari keberadaan dudi dan mengembalikan ke jalan yang lurus


#novel #novelpendek #halu #opop

Aku sudah punya keluarga baru, tinggal di rumah nenek, bersama santi dan anaknya panji. Anggap saja kami sedang bertahan hidup karena tiap hari kami makan tumbuh-tumbuhan, mulai dari tempe goreng, tumis kacang, oseng kangkung sampai nasi goreng. Kami masih bisa survive dan makan enak sesekali kami berburu tikus rumah yang bersih.

Tetapi ternyata ada nasib yang lebih tragis lagi. Yaitu menimpa Dudi, ini kami ketahui setelah kami mencarinya ke sana kemari. Berat kami harus melakukan terapi sama dudi agar kembali ke jalan yang lurus sebagai kucing. Ceritanya begini:

Eits… biar gak gagal paham, baca dulu seri #1, seri #2, seri #3, seri #4 mengenai cerita lengkap sudi dan dudi.

Beberapa hari yang lalu aku pamit pergi dari rumah untuk mencoba mencari dudi yang minggat beberapa pada saat tragedi di rumah ibu angkat karena perlakuan saudara ibu angkat yang kejam. Aku mencoba kembali ke rumah ibu angkat untuk mencari jejak dan bau dudi yang siapa tau masih ada di sana.

Sampai di rumah ibu angkat, aku melihat dari celah gerbang, si beti, adik angkatku lagi berlari-lari di halaman rumah sambil mainan bola-bolaku yang aku dulu dibelikan sama ibu angkat. Aku sangat sedih dan rasanya pengin balik ke sana, tapi sudahlah, mungkin itu bukan rumahku lagi. Walau aku merindukan bisa melihat ibu angkat walau dari kejauhan, seperti apa sekarang.

Aku ingat banget dulu suka dudi suka banget buang pipis di pojokan gerbang sebalah kanan, kalau aku sebelah kiri sebagai tanda batas wilayah kami. Aku kesana dan untungnya masih ada jejak dudi. Kemudian aku mulai menyusuri jalan kemana bau jejak dudi pergi.

Makin lama aku berjalan, makin kuat dan bau dudi ada di mana-mana, Aku yakin disitulah dudi berada. Aku keliling-keliling sekitar dan akhirnya melihat dudi sedang makan bersama seekor tikus. Aaaarrrrrghh…. dunia terasa terbalik. Aku emosi tapi aku urungkan untuk menangkap tikus itu. Aku temui dudi dan aku tanya kemana dia selama ini. Begini kondisinya dudi:

dudi menganggap tikus sebagai teman, sangat mencederai martabat bangsa kucing

Dudi cerita, tiap hari entah siapa ada yang menaruh makan di jalan yang sekarang dia sedang makan bersama tikus. Baik hati banget orangnya tapi dudi gak berani mendekat saat orang itu datang. Dudi masih khawatir dijebak dan ditangkap nantinya. Jadi sehari dua kali dudi datang dan selalu ada makanan.

Walau berupa nasi putih dan sambel tempe, itulah yang bisa dimakan selama ini. Rupanya masih mending saya, masih bisa makan oseng kangkung sama tumis kacang buatan nenek. Sementara dudi hanya nasi putih dan orek tempe. Itupun gak tau siapa yang memberi.

Aku ajak dudi agar kembali ke kodrat bahwa kucing itu memakan tikus!

Ada yang sudah berubah di diri dudi yaitu bersahabat dengan tikus. Dia mengatakan kalau tikus itulah satu-satunya teman sekarang dan sama-sama tiap hari makan di situ. Awalnya dudi sedangan kelaparan dan melihat tikus itu, kemudian dikejarnya, tetapi tikus itulah yang mengajaknnya makan di sana.

Mulai saat itulah dudi dan tikus itu berteman baik, dan berjanji tidak akan memangsa tikus lagi. Walau dudi tau itu bukan jalan yang lurus sebagai seekor kucing tapi sudah jadi pilihan hidup.

Aku mengajak dudi untuk ikut aku, ke rumah nenek, siapa tau nenek mau menerima dudi dan bisa tinggal disitu. Awalnya dudi gak mau dan minta syarat sama aku, yaitu mau pamitan dengan tikus itu untuk mengucapkan terimakasih.

Dan kamipun berangkat ke rumah nenek. Tetapi di tengah jalan terjadi kecelakaan… dudi meninggal… baca lanjutannya di episode #6 yak setelah ini.

Penulis: ahsanfile

Enak makan, enak tidur cukuplah itu di dunia... selalu memperbaiki keimanan di tengah lingkungan yang sudah rusak, cukuplah itu untuk akhirat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.