Sebab pedagang indonesia gampang bangkrut


Laris!

Iya, ketika sudah dalam kondisi laris banyak sekali pengusaha terutama di bidang perdagangan baik besar maupun kecil yang malah menjadi penyebab jatuhnya usaha tersebut.

Faktanya gini:

Pernah gak datang ke sebuah toko makanan atau warung pecel lele misal yang laris banyak pengunjungnya. Mulai dari pelayan, atau bagian juru masaknya itu kaya udah gak kenal manusia lagi. Gak ada sambutan masuk, gak ada lagi pertanyaan mau pesen apa. Kita yang harus aktif sendiri manggil pelayan, pesen menu, pesen minum, cari tempat duduk sendiri.

Beda sekali kalau kondisi mereka sepi pembeli, baru masuk sudah ditanya mau pesen apa, minumnya apa, dan diarahkan untuk duduk di sebuah tempat.

Pengalamanku, beli sebuah mie yang sudah terkenal di bengkulu, datang gak ada yang nyambut, padahal di sana banyak pelayan, juru masak dan kasir terlewat. Aku duduk cari kursi yang bersih dari sekian banyak tempat yang tersedia karena luas dan banyak kursi.

Setelah duduk, ada pelayan lewat dan aku bilang mo pesen, gak lama datang orang lain membawa catatan pesanan menu. Dengan cueknya dia mencatat sambil ngobrol dengan pelayanan lain yang lagi lewat. Sungguh sangat merasa tidak diperhatikan.

Ya kali ini aku pembeli, ingin menikmati makanan dengan bahagia. Posisinya adalah aku butuh untuk di layani dengan baik. Ada hukum mutualisme yang terjadi yaitu ketika layanan ramah, maka warung makan akan dinilai baik dan sebaliknya. Walau masakan enak tetapi pelayanan gak baik, orang akan berfikir lagi dan akan punya catatan baik.

Laris, adalah mindset yang sudah didapatkan sama pemilik dan karyawan warung makan. Maka kualitas pelayanan gak akan lagi jadi prioritas karena berfikirnya itu satu atau dua orang yang gak suka, gak akan mempengaruhi penjualan mereka, pikirnya masih banyak orang lain yang akan beli.

Tapi itu ada benarnya dan dulu sih, kalau sekarang, dimana orang-orang lebih manja. Sering kan kita dengan ada berita pembeli komplen terhadap sebuah restoran kemudian diupload ke sosial media dan jadi ramai. Dan efeknya warung makan tersebut tambah laris loh. Laris hujatan!

Penulis: ahsanfile

Enak makan, enak tidur cukuplah itu di dunia... selalu memperbaiki keimanan di tengah lingkungan yang sudah rusak, cukuplah itu untuk akhirat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: