Perjalanan menuju desaku, indahnya pemandangan alam !


Inilah aku seorang yang aslinya hidup di desa, tapi kini sedang merindukan suasana pedesaan. Yaa mungkin lebih tepatnya jeruk makan jeruk :mrgreen: Mungkin karena hidup di Jakarta yang sudah gak asri lagi.

Hari libur sabtu dan minggu tanggal 30 dan 31 Juli 2010 kemarin aku pulang ke desaku. Ada banyak tujuan sehingga aku pulang, dari mulai kondangan, kangen ama makanan khas sampai kangen ama tempat-tempat bersejarah dalam hidupku. Dalam artikel ini aku mau mulai menulis tentang perjalanan menuju desaku. Mungkin akan sangat panjang karena banyak gambar. Aku akan menceritakan mulai dari ketika aku sampai di Banyumas.

Kemarin aku naik bus dan karena jalanan macet, maka aku sampai di daerah banyumas ketika hari sudah menjelang siang. Yaah ada untungnya juga yaitu aku dapat melihat kanan dan kiri jalan di daerahku yang waktu dulu sering aku lalui. Hijaunya sawah, perbukitan sangat menentramkan hatiku. Aku hanya akan bercerita melalui gambar, mungkin gambar-gambar disini gak ada yang istimewa bagi orang lain, tapi ini sungguh kenangan panjang dalam perjalanan hidupku.

Foto-foto dibawah ini adalah pemandangan yang aku jepret dari dalam bus.

menuju-banyumas-di-bumiayu
Hamparan sawah yang hijau dalam suasana pagi, lokasi jalan alternatif Bumiayu - Purwokerto
menuju-banyumas-saat-melintasi-terminal-bumiayu
Saat melintasi terminal Bumiayu
menuju-banyumas-kanan-kiri-sawah
Pemandangan sawah di kanan dan kiri jalan menuju Banyumas

Perjalanan masih panjang dari tempat itu. Masih sekitar 2,5 jam lagi dari Bumiayu. Suasana perjalanan dari Bumiayu sampai desaku gak jauh beda jadi aku nggak ambil fotonya. Kemudian hambar-gambar di bawah ini aku ambil ketika aku sudah dekat dengan desaku.

menuju-desaku-saat-sokawewa
Foto ini aku ambil dari desa sokawera yang tepat berada di bawah desaku. Lihatlah perbukitan yang hijau itu, dan itulah desaku.
menuju-desaku-saat-mau-naik
Ini persis saat kendaraan yang aku naiki mau mulai naik menuju desaku. Desaku dari sini naik sekitar 7 Km

Yuk mulai manjat gunung. Perjalanan menuju desaku itu dari sini akan selalu nanjak dan nanjak. Pokoknya kalau bawa mobil atau motor kudu pasang gigi 1 terus. Dan juga dengan nyali yang cukup tinggi karena kemiringan jalan ada yang 45 derajat. Di samping itu kondisi jalannya yang udah rusak dan lobang sana dan sini. Hi hi hi ayo kita liat

kondisi-jalan-menuju-desaku
Kondisi jalan sebelum tanjakan.Tuh lihat perbukitan diatasnya, itulah bagian bawah dari desaku. Terlihat juga ada bangunan yang ada cerobong asapnya. Itu digunakan untuk pengeringa kelapa untuk membuat kopra.
tanjakan-pertama-menuju-desaku
Inilah tanjakan pertama menuju desaku. Ini masih berada di desa sokawera. Gambar sebelah kiri aku ambil dari bawah, gambar yang kana ketika aku berada ditengah tanjakan melihat ke bawah. he he he... dan ini baru tanjakan pertama
tanjakan-ketiga-menuju-desaku
Ini adalah tanjakan ketiga yang dapat aku ambil fotonya. Gambar sebelah kiri ketika aku ditengah tanjakan, gambar sebelah kanan ketika aku hampir sampai diujung dan melihat kebawah. Terlihat hamparan sawah dan sungai serayu. Disitulah gamber pertama aku ambil

Sampai disini perjalanan naik ke atas masih jauh. aku kira-kira baru sampai seperempat jalan untuk sampai ke rumahku. Dan sisanya aku harus naik terus dengan menelusuri jalan aspak kecil yang menanjak. Ha ha ha… seru lokasi dapat mengulang jalan-jalan ini. Dulu pas waktu sekolah aku sering lho jalan kaki di jalan ini.

OK kita ini sampai tanah datar yang kurang lebih 3 kilo untuk sampai ke rumahku. Foto-foto ini ada diperbukitan yang aku tunjukan pada gambar pertama. Suasananya adalah kebun dan sawah pegunungan.

suasana-pedesaan-di-kampung-halamanku
Inilah suasana pedesaan dijalan menuju rumahku. Dari sini rumahku masih sekitar 3 Km lagi. Sekarang jalannya mulai naik turun tetapi lokasinya sudah di atas perbukitan. Gambar sebelah kiri itu akhir dari tanjakan-tanjakan curam. Dan yang terakhir ini adalah tanjakan ke lima.

Sekarang kita sampai di dekat rumahku. Dah pada mbayangin yah kondisi rumahku seperti apa. Nanti deh akan aku kasih tau. Sekarang artikel ini baru membahas suasana perjalanan menuju desaku.

suasana-jalan-di-desaku
Inilah akhir dari perjalanan menuju desaku dan rumahku. Itu adalah foto jalan-jalan utama di desaku

Meskipun lokasinya di desa yang berada di perbukitan tinggi tetapi sudah maju lho. Jalan-jalan utamanya juga sudah bagus dan bisa dilewatin mobil dengan mudah. Kalau tanya rumahku sebelah mana, ya sekitar 200 meter dari foto yang sebelah kanan. Tuh ada belokan ke kanan. Ntar dilanjut ke artikel Hijaunya desaku, desa yang subur dan penuh dengan hasil bumi.

Pantun dan syair favoritku yang lain


Sekang mburi tek sawang ora mblengeri
Kanan kiri megat-megot kaya meri
Tek tututi tek pereki tek ledeki
Prawan siki hmmm jinak merpati..

Rambuk cendek, kaos abang lan rok mini
Selot perek … kayane nyong tau ngerti…
Dasar watek banjur nekad tek takoni
Ning breng nylingak … mak jegagkik uwane si sri

Clebek batir lemet anget … nikmat sekali
Inyong kaget campur pucet ora mung nang rai
Nyong celiliaaaan… tekaaaan ngatiiii…

Awan-awan kebal-kebul mbakar betiti
Ujarku prawan …jebule uwane si sri
Inyong dadi klincutan … inyong kewirangan…
Sekaliiiiiii