Mudik lebaran itu walaupun capek, lelah dan kusut tetapi tetap menyenangkan


Tidak seperti acara berwisata pada hari-hari biasa yang kalau kena macet akan terasa berat dan terasa lelahnya itu banget-banget, kalau pulang mudik lebaran walaupun macetnya parah tetapi ada semangat yang membuat jiwa dan raga melupakan rasa lelah dan capek. Itulah yang aku rasakan kalau bepergian jauh…

Tahun 1435 Hijriyah ini, sepertinya acara mudik nggak bisa seperti tahun sebelumnya karena liburan kali ini pendek dan banyak penyebab macetnya. Akan terasa lebih melelahkan sepertinya.

Kereta api hanya 2 tempat pemberangkatan yaitu Stasiun Senen dan Stasiun Gambir. Ini meyebabkan orang-orang yang jauh dari jakarta seperti bekasi, bogor, cikarang dan sekitarnya males naik kereta api.  Ini akan menambah jumlah pemudik yang melalui jalan darat dan menambah kemacetan.

Jalanan provinsi baik pantura maupun jalur selatan banyak yang menjadi pasar tumpah. Ini menjadi sebab macet yang tidak bisa dihindari. Walau hanya beberapa tempat tetapi efeknya parah, bisa mengular belasan kilometer.

Kemudian kondisi jalanan yang agak berlubang dan banyak tambalan membuat laju kendaraan nggak bisa konstan. Kadang melambat di baberapa ruas jalan sehingga makin lama makin melambat dan macet.

Dan yang lebih parah lagi adalah tahun ini ada jembatan ambles di daerah comal. Penghubung jalan di jalur pantura arah ke semarang lewat tegal. Terpaksa pemudik harus pindah jalur ke selatan dan akibatnya jalur selatan bertambah parah macetnya.

Oke lah itu kira-kira kondisi jalan untuk mudik tahun ini. Semoga mendapatkan sela yanh tidak macet dan lancar sampai tujuan.

Kondisi

Video memetik dan menikmati buah dukuh langsung dari pohonnya !


Cerita ke 7, liburan pertama 2014

Ini saya, sedang berada di atas pohon duku dengan ketinggian sekitar 5 s/d 6 meter. Sedang menikmati buah duku yang sudah pada mateng di pohon. Silahkan kalau kemarin aku tulis tentang buah duku dalam cerita, kali ini dalam video:

Jangan ngiri ya soal buah dukunya langsun dari pohonnya yang rasanya itu jauh lebih manis dari pada duku yang biasa kita beli. Oh iya, kalau mau ngrasain juga naik pohon duku, kemudian menikmati dari pohonnya, sekarang masih ada beberapa pohon lai yang sudah mulai mateng juga. Datang saja ke rumahku …

Memetik dan menikmati buah duku langsung dari pohonnya itu lebih manis !


Cerita ke 4 Liburan Pertama 2014.

Ini tentang buah duku yang 7 atau 10 tahuan yang lalu di tanam di sekitar depan rumah (aku lupa tepatnya). Tinggi pohonnya sekarang sudah ada 8 meter dengan diameter induk batangnya sekitar 25cm. Dan ini adalah buah yang kesekian kalinya. Dulu juga di pohon yang sama sudah aku posting tentang buah duku ini.

image

Kali ini tentang detail buahnya, yaitu bagaimana cara memilih buah duku yang sudah manis, yang tidak ada bijinnya dan yang sudah siap untuk dipetik.

image

Selama ini kalau kita membeli buay duku itu, kita akan seneng pada buah yang besar-besar dan dengan harga yang lebih mahal. Itu tidak selamanya salah, tetapi kalau sudah tahu buah duku yang bagus itu, aku yakin ukuran besar itu tidak akan kita pilih.

Buah duku yang manis:
Ada dua yaitu yang mateng di pohon dan yang sudah layu. Buah duku yang mateng di pohon itu rasanya jauh lebih manis. Ciri-cirinya adalah sudah tidak ada lagi corak hijaunya sama sekali. Dan buah duku apapun kalau sudah layu itu akan manis. Jadi kalau ada orang bilang buah duku yang baru metik itu kecut atau tidak manis ya ada benarnya.

Buah duku yang tidak ada bijinya:
Kalau yang ini butuh pengalaman dan ketelitian. Dan soal ini saya bisa mengajukan diri kalau saya sudah ahli dalam perdukuan. He he he..

image

Caranya adalah kita lilih buah yang bentuknya itu simetris bulat lonjongnya. Tidak menonjol di salah satu sisinya. Kemudian buah yang tidak ada bijinya itu cenderung ukurannya besar. Dan itulah mengapa aku katakan sebaiknya jangan memilih buah yang ukurannya besar-besar.

image

Berhubung dulu kameraku belum bisa detail merekam buah duku ini, kali ini aku rekam sampai videonya di atas pohon. Silahkan lihat sendiri di youtube berikut ini:

Jangan ngiri yah… ! He he he..
Soalnya sambil ngrekam video itu aku sambil pegangan kenceng sekali di pohonnya karena takut jatuh dan sudah nggak lincah naik pohon seperti dulu lagi.

Pecel Combrang – Pecel dengan bunga kecombrang


Cerita Ke 2 Liburan Pertama 2014

Bunga kecombrang itu sekarang sudah jarang. Beda dengan dulu yang masa kecilku bunga ini melimpah dan selalu dijadikan campuran pecel (gado-gado jawa). Nih dia penampakannya:

image

Combrang atau kecombrang itu sejenis tanaman mirip laos atau lengkuas tetapi ukurannya jauh lebih besar. Yang diambil adalah bunganya, kalau pada gambarku di atas itu yang warna merah, sudah direbus.

Sangat enak untuk campuran pecel bumbu kacang ulek dengan sayuran rebus lain seperti daun pepaya rebus, pepaya muda rebus, bayam rebus, kacang panjang rebus, genjer rebus dan lainnya sesuai daerah. Kadang dibeberapa daerah ada tambahan tahu goreng atau juga tempe goreng atau kadang bakwan.

Pecel di atas aku ambil fotony saat liburan kemarin ke gua jatijajar, di kebumen, jawa tengah. Ceritaku tentang wisata ke gua jatijajar aku ceritakan mengenai kondisi wisata gua jatijajar sekarang 2014 dan tentang musik tradisional angklung dengan lagu caping gunung.

Karena Gudang Itu Mahal – Bukti kalau kesadaran keselamatan itu nomor sekian !


Bayangkan jika tumpukan tabung gas yang berada ditepi jalanan raya ini kesrempet atau ketabrak kendaraan ?

image

Ah nggak mungkin, orang udah kelihatan segede gitu koq, kalau sampe katabrak ya yang nabrak itu matanya siwer !

Pasti seperti itu kalau pemilik tabung itu dinasehatin tentang bahayanya naruh tabung gas berisi di pinggir jalan raya yang ramai kendaraan. Dia malah akan menyalahkan orang yang menabraknya, bukannya sadar diri kalau sangat berbahaya menaruh tabung gas dipinggir jalan raya.

Kesadaran keselamatan hanya akan muncul jika telah terjadi kecelakaan. Itulah orang-orang kita dan kadang kita sendiri yang menggampangkan segala sesuatu terutama karena rasa percaya diri yang terlalu tinggi sehingga merasa mampu menangani keadaan.

image

Jika ada kecelakaan yang sampai menabrak tabung gas itu, kerusakaannya akan lebih parah. Jika ada tabung yang sampai meledak, bukan tidak mungkin akan memicu tabung yang lain untuk meledak.

Jika ada tabung yang bocor, ada mobil atau motor lewat dengan knalpot yang panas, bukan tidak mungkin akan menyulut api. Atau jika ada yang berkendara sambil merokok, juga akan menyulut api dari bocoran gas.

Tapi seandainya saja sang pemilik dinasehati, aku yakin dia malah akan marah dan merasa kalau itu urusannya, dan kalau dikasih tau bahayanya dia akan bertanya balik mana …. mana … bahaya yang bakal terjadi ?, mana tabung bocor ? Mana tabungnya ketabrak ? Dia malah akan menasehati balik kalau itu urusan hidup dia, bukan urusan orang lain…