Mau memperbaiki makam, malah yang dikubur jalan-jalan dan ikut membantu – Cerita horor bertemu kakek buyut !


Aduh, kisah ini bikin aku thenger-thenger dan kepikiran dalam beberapa hari kemarin, sampai teringat terus kata-kata dan nasehat eyang buyut ayahku, yang ketika lagi dibenerin makamnya itu dia duduk dan jalan-jalan dari kuburnya dalam keadaan kain pocongnya cuma disingkapkan. Horor banget melebihi film horor yang pernah aku tonton selama ini

Awal mulanya aku diajak ayah untuk mengunjungi kampung embah di desa sebelah yang kondisinya itu masih sangat pelosok. Saking pelosoknya bahkan jalan itu nggak ada yang jangankan diaspal, ditatain batu juga nggak. Listrik nggak ada, penerangan hanya pakai minyak kelapa. Bukan minyak tanah, kampung ini terlalu jauh dari kota sehingga nggak ada penerangan yang layak. Lanjutkan membaca “Mau memperbaiki makam, malah yang dikubur jalan-jalan dan ikut membantu – Cerita horor bertemu kakek buyut !”

Cara menasehati orang tua yang tidak merestui pernikahan karena alasan adat !


Sebelumnya tulisan ini adalah pengingat buatku dan Anda yang ingin menjadikan hidup ini tentram, selamat dan bahagia dimanapun dan sampai kapanpun dengan berusaha melaksanakan Agama Islam yang benar.

Umur sudah semakin tua, usia pacaran sudah lama, niat mau serius menuju pernikahan sudah bulat, tetapi ketika ketemu dengan orang tua tidak direstui karena tidak memenuhi syarat adat yang orang tua percayai. Kasus yang sama hampir mirip dengan kejadian orang tua tidak setuju karena masalah mapan atau tidak mapan saja sehingga orang tua khawatir nanti keluarga anaknya akan sengsara. Atau juga orang tua melarang pernikahan karena menuruti perintah guru pengajian yang sang guru pengajian punya pandangan lain mengenai jodoh untuk anaknya.

Pada prinsipnya semua orang tua ingin anaknya hidup bahagia menurut apa yang dia tau. Orang tua sayang sama kita sehingga ketika mereka dengan pengetahuannya tau ada sesuatu yang tidak pas, mereka kadang sampai memaksakan kehendak terhadap kita. Bagaimana cara menyampaikan kepada orang tua yang kekeh atau ngotot melarang pernikahan karena adat yang tidak terpenuhi ? Mari kita pahami bagaimana peran dan posisi adat dalam kehidupan kita dalam uraian di bawah ini:

Lanjutkan membaca “Cara menasehati orang tua yang tidak merestui pernikahan karena alasan adat !”

Kapan terakhir menunggu adzan ?


Sungguh sibuknya pekerjaan membuatku sering lalai untuk sholat tepat waktu. Sudah adzanpun kadang karena nanggung sekali jadinya menunda sholat. Atau bahkan sering sengaja tidak ikut jamaah sholat di masjid karena sedang rapat atau dalam acara uang sebenarnya bisa untuk ditinggalkan. Sepertinya ada yang hilang sekarang dalam hidupku karena kondisi ini.

Ketenangan hati, sekarang sering nggak tenang dan malah susah berkonsentrasi karena hati dan pikiran tak tenang.

Waktu yang sepertinya cepet sekali habis. Tau-tau sudah pagi, dan kemudian tak terasa sudah sore. Rasanya baru kemarin jumat sekarang sudah jumat lagi. Baru rasanya kemarin lebaran sekarang sudah mau lebaran lagi. Sepertinya kemarin baru bulan apa tak terasa sudah mau bulan desember untuk tahun baru masehi lagi… Hiks… Tak terasa sudah kepala tiga aja sekarang… Usia produktif tambah berkurang tahunnnya…

Bismillah… Mau reset cara hidup seperti beberapa tahun hidupku kemarin yang aku itu selalu menanti adzan kapan berkumandang agar aku bisa ke mesjid dan sholat. Rasanya pada waktu itu hidupku tenang dan tentram walau penghasilan tidak sebesar sekarang.

Bismillah bisaaaa….

Mencari rejeki yang halal itu harus dilakukan di jaman yang banyak sekali riba disemua bidang usaha !


Mau pinjam modal buat usaha, ngembalikannya harus bayar beserta tambahan per bulan, ini riba karena ada bunga. Nggak peduli ke bank, ke koperasi simpan pinjam, ke rentenir bahkan ke orang biasa.

Mau beli rumah atau mobil atau motor kalau kredit harus nyicil sekian kali dengan nilai angsuran yang sudah ditambahkan bunga sekian persen dari harga aslinya. Ini juga riba !

Mau kerjasama ke bank syari’ah juga sudah mulai diragukan tingkat kersyar’iannya karena sudah mulai nggak jelas peruntukan dana untuk usaha apa oleh bank dan tetap saja ada nilai tambahan yang harus dibayarkan walau namanya bukan bunga jika pinjam. Tetep aja ini bisa masuk ke dalam riba. Lanjutkan membaca “Mencari rejeki yang halal itu harus dilakukan di jaman yang banyak sekali riba disemua bidang usaha !”

Sholat Magrib 4 kali Tahyat !


Ini kejadian membuatku nggak habis pikir, tapi bener terjadi dan bikin aku heran sendiri. Aku sholat maghrib dengan setiap rokaat tahyat dan nggak ada yang salah. Tetapi aku merasa aneh saja. Kejadiannya begini:

– (1) Aku datang sebagai makmum masbuk pada saat jamaah sedang tahyat
– Aku ikut sholat sampai selesai dan hanya dapat rokaat terakhir karena aku datang pas tahyat rokaat kedua, sampai disini aku sudah dua kali tahyat.
– Setelah imam selesai, aku harus meneruskan sholat maghribku yang kurang dua rokaat.
– Pada rokaat keduaku aku harus tahyat, ini tahyat ketigaku
– Pada rokaat ketigaku, aku tahyat akhir dan ini tahyat keempatku.

Oke sampai di sini masih dalam jalur dan sah-sah saja. Tetapi aku jadi heran sendiri karena sholat maghrib itu cuma 3 rokaat dan 2 kali tahyat, lha aku 4 kali tahyat malahan.

Dan masih heran sendiri kalau mengalaminya lagi sampai sekarang !