Jangan pandang sebelah mata seorang bujang tanpa pacar yang sedang belajar jadi pengusaha !


Kalau kita sekarang melihat seorang bujang yang dia itu sudah dewasa tetapi belum punya pacar, sepertinya sekarang anggapannya itu sebagai bujang tak laku atau bujang nggak gaul atau bujang yang sok alim karena nggak punya pacar. Tapi tolong dilihat dulu lebih detail, jangan asal memberi penilaian, siapa tahu dia itu seorang yang sedang memupuk masa depannya.

Tak punya pacar jaman sekarang identik dengan laki-laki tak laku atau sok alim karena pacaran itu di larang agama. Atau tak laku karena berwajah jelek sehingga nggak ada gadis yang mau sama dia. Itulah yang terjadi di masyarakat kita belakangan ini.

Dan kita akan dapati malah orang-orang yang dari usia sekolah atau kuliah sambil bekerja itu dianggap dari kalangan orang tak mampu yang untuk sekolah saja harus disambi kerja misalnya jualan.

Padahal nggak semua orang seperti itu. Ada segolongan laki-laki yang dia itu berprinsip hidup seperti ini:
Lanjutkan membaca “Jangan pandang sebelah mata seorang bujang tanpa pacar yang sedang belajar jadi pengusaha !”

Sarapan pagi yang enak – Menu lontong sayur dengan kuah labu, telur bulat dan tahu untuk pagi ini


Ini alternatif dan solusi praktis kalau bangun kesiangan, nggak usah panik untuk merasa bersalah belum masak atau belum belanja sayur. Ajak keluarga bawa piring atau mangkok satu-satu dan berbaris duduk di beranda rumah sambil nungguin abang jualan lontong sayur lewat depan rumah. Kalau sudah lewat, cegat ramai-ramai dan pesan lontong sayurnya.

image

Lanjutkan membaca “Sarapan pagi yang enak – Menu lontong sayur dengan kuah labu, telur bulat dan tahu untuk pagi ini”

Balada seorang suami sendirian di rumah – Penampakan sangat menyeramkan di dapur !


Malam ini aku harus pulang ke rumah yang satunya lagi karena lebih dekat dengan tempat kerja, sementara keluarga sedang ngumpul tetapi di rumah yang jauh.

Sampai rumah sudah lapar dan harus cari makan sendiri. Bingung mau makan apa karena kalau beli nggak kenyang soalnya nggak ada nasi tambahnya. Akhirnya aku putuskan untuk membeli bebek goreng satu porsi membeli sambalnya lagi buat nambah nasi di rumah.

Sementara aku pergi mencari bebek goreng, aku menanak nasi pakai panci. Iya pakai panci, bukan magic com/magic jar karena sedang rusak. Dengan keahlianku memasak, aku percaya diri aja menanak nasi sekitar 5 genggam, air dua gayung. Aku hidupkan api kecil di kompor dan aku tinggal pergi. Lanjutkan membaca “Balada seorang suami sendirian di rumah – Penampakan sangat menyeramkan di dapur !”

Anak kecil itu pantang menyerah, ingin menunjukan kalau dia bisa dalam segala hal dan butuh diakui eksistensinya !


Butuh sebuah ruang di dalam hati orang tua untuk memberikan perhatian secara psikologis terhadap anak. Nggak cuma materi yang harus dikejar untuk dipenuhi, tetapi sebenarnya adalah kebutuhan kejiwaan yang harus kita utamakan.

Kadang sebagai orang tua kita sudah merasa seneng jika bisa memberikan kebutuhan yang sifatnya materi seperti mainan, baju, sepeda, uang jajan, liburan dan sejenisnya. Tetapi jika anak masih manyun, masih ngambek dan masih sering nggak puas dengan apa yang kita berikan, berarti ada kebutuhannya yang belum kita berikan yaitu kebutuhan secara psikologisnya. Ini memang susah dan terkesan teoritis. Tetapi inilah masalah utama kenapa anak kadang menjadi bandel dan menjadi diluar yang kita harapkan.

image

Dalam tulisan ini saya akan sharing apa yang aku alami sendiri yaitu ketika si kecil menjadi susah untuk kita bilangin bahwa ada sesuatu yang berbahaya tetapi dia tetap nekad melakukannya. Nanti kesimpulannya hanya satu yaitu sebenarnya dia hanya ingin menunjukan bahwa dia bisa dan butuh pengakuan dari kita. Lanjutkan membaca “Anak kecil itu pantang menyerah, ingin menunjukan kalau dia bisa dalam segala hal dan butuh diakui eksistensinya !”

Nikah semakin mahal, kawin semakin murah bahkan gratis !


Barusan ngobrol dengan seorang temen yang masih lajang padahal statusnya sudah umur kepala tiga. Sudah cukup kelewat umur untuk menikah dan sampai sekarang masih saja merasa belum siap menikah karena memikirkan biaya pernikahan yang mahal. Uang untuk mahar, biaya pesta, sewa gedung, sewa ini dan itu dan endingnya adalah besaran uang yang tiap hari semakin besar nilainya.

Tetapi di sisi lain, dia juga bercerita bahwa mudahnya mendapatkan seorang wanita sekarang ini. Nggak perlu biaya mahal, bahkan kadang gratis sudah bisa kawin (penghalus kata “melacur” atau “zina”). Ada dua cara, pacari wanita atau sewa wanita. Sudah bisa kawin sepuasnya hanya dengan bermodalkan sedikit. Tidak merasa ada beban hidup setelahnya karena semua atas nama kontrak cinta sesaat. Lanjutkan membaca “Nikah semakin mahal, kawin semakin murah bahkan gratis !”