Ide bagus bertanam hias, pakai celana jeans bekas sebagia pot


Semangat bercocok tanam kadang muncul pada seseorang yang berada di tengah kota, nggak ada lahan, nggak ada tempat. Yang ada hanya niat dan merasa ingin sekali bercocok tanam. Ini melahirkan teknik-teknik pertanian tanpa lahan seperti hidroponik atau juga aquaponik. Sebagian besar hanya menyalurkan rasa penasaran dan jarang yang sampai go to agro bussiness.

Tapi kalau yang ini, seorang yang tidak memiliki background pertanian, tetapi seni tata ruang yan apik ingin menanam, lahirlah model-model tanaman hias yang beraneka. Jika ketemu dengan orang yang ahli bidang daur ulang, salah satunya lahir seperti ini. 

TANAMAN HIAS DENGAN POT DARI CELANA JEANS BEKAS

Unik, lucu, nggemesin dan bikin penasaran banget buatku yang melihatnya.

Memanfaatkan lahan kosong di kota besar untuk menamam palawija, kangkung, sawi ijo, bayam dan lainnya


Kalau bilang di jakarta itu sudah padat sekali dengan perumahan memang benar, sampai ruang untuk jalan rayapun sudah susah sekali dilakukan pelebaran. Lahan kosong sepertinya hal yang sangat tidak mungkin ada di jakarta.

Tapi foto di bawah ini adalah buktinya, ada lokasi-lokasi tanah kosong yang oleh orang sekitar situ manfaatkan untuk bercocok tanam sayuran. Bayam, kangkung, sawi ijo kadang tomat dan cabai.

image

Lupakan masalah tanah milik siapa dan siapa juga yang bercocok tanam di situ. Orang yang sampai memiliki tanah kosong dan dibiarkan tidak dibangun rumah atau lokasi bisnis pasti dia orang kaya yang pekerjaanya sudah kantoran dan tidak lagi ngurusin lahan sendiri.

Jadi siapa yang memanfaatkan lahan disitu untuk menaman ? Kalau bukan pendatang tidak dikenal ya orang yang dipercaya pemilik lahan kosong untuk menjaganya.

Kembali ke masalah bercocok tanam di tanah jakarta.

Ada hal yang membuatku tertarik mengenaintanah jakarta yaitu subur sekali ketika ditanami. Nggak seperti di daerah yang malah sekarang sepertinya kering dan kerontang. Mungkin karena humus tanah di jakarta masih banyak karena jarang tanaman dan pohon.

Video memetik dan menikmati buah dukuh langsung dari pohonnya !


Cerita ke 7, liburan pertama 2014

Ini saya, sedang berada di atas pohon duku dengan ketinggian sekitar 5 s/d 6 meter. Sedang menikmati buah duku yang sudah pada mateng di pohon. Silahkan kalau kemarin aku tulis tentang buah duku dalam cerita, kali ini dalam video:

Jangan ngiri ya soal buah dukunya langsun dari pohonnya yang rasanya itu jauh lebih manis dari pada duku yang biasa kita beli. Oh iya, kalau mau ngrasain juga naik pohon duku, kemudian menikmati dari pohonnya, sekarang masih ada beberapa pohon lai yang sudah mulai mateng juga. Datang saja ke rumahku …

Bisnis budidaya rempah pala, satu biji harga sampai 1.000 rupiah !


Ini edisi sharing informasi peluang usaha bisnis di bidang pertanian. Jika kemarin-kemarin yang lagi ngetren adalah budidaya kayu tahunan seperti sengon, kalbe, jati, jabon dan sejenisnya. Menurutku ada yang lebih prospek karena sudah aku amati lebih dari 4 tahun ini harga jual nggak pernah turun, bahkan cenderung naik. Ini dia fotonya :

image

Itu adalah biji pala, sebuah rempah yang hampir sebagian besar jenis makanan menggunakannya sebagai bumbu. Harganya perbiji ditempatku Rp 1.000, sangat menjanjikan untuk dibudidayakan. Satu pohon yang sudah tinggi sekitar 5 sampai 7 meter sudah bisa menghasilkan 100 sampai 200 biji setiap panen.

image

Menarik kan ?

Usia produktif pohon pala sekitar 3 tahun sudah berbuah dengan tinggi 4 meter. Berbuah paling 10 sampai 15 biji per pohon. Dan akan semakin banyak jika usianya semakin tua. Di tempatku ada pohon yang usianya sudah 10 tahun bisa menghasilkan 300 biji sekali panen.

Tinggal dikalikan saja jumlah pohon yang ada di kebun dengan bijinya. Dan aku yakin nanti harga akan semakin mahal karena peningkatan jumlah kebutuhan dengan perkembangan ekonomi yang saling mendukung. Harga kemarin turun pada nilai terendah menjadi Rp 700  karena sedang musim panen. Strateginya adalah dijual pada musim pertengahan panen karena sifatnya bisa diawetkan.

Tentang buah pala ini sudah pernah aku tulis sebelumnya mengenai bibitnya, kali ini tentang harganya di pasaran. Buah pala ini dari mulai bunga, kelopak buah, kulit buah sampai buahnya punya harga sendiri-sendiri.

image

Untuk masa panennya itu utamanya adalah setahun dua kali untuk jumlah besarnya, tetapi yang aku juga heran pohon pala ini berbuah terus menerus, jadi dalam satu pohon pasti ada bunga dan ada buahnya yang sudah besar, tetapi nanti ada masanya berbuahnya serentak dan dalam jumlah banyak. Siklusnya ada yang terus menerus tetapi sedikit-sedikit dan ada yang banyak setahun dua kali.

image

Bunganya yang jatuh dikumpulkan kemudian keringkan dengan cara dijemur. Kalau banyak dikumpulkan dengan yang sudah kering sebelumnya sampai banyak.

image

Begitu juga dengan kulit luarnya, selain laku dijual untuk membuat manisan, juga dikeringkan untuk diolah menjadi bumbu rempah lain.

image

Untuk buahnya sendiripun dijemur dulu sebelum dijual. Buah dipisahkan antara kulit luar dengan isi bijinya, kemudian selaput buah yang berwarna merah juga dipisahkan, harganya juga lainnya yaitu setiap 1 kilo biji, selaput merahnya dapet 1 ons, harganya sekilo selaput pala Rp 140.000. Sementara untuk kulit buahnya sekilo kering harganya Rp 2.500.

Kemana buah pala dijual ? Kalau ditempatku bisa ke pasar atau kadang ada orang yang mencari ke rumah-rumah. Kalau dalam jumlah banyak seperti oleh ayah ibuku biasanya dijual ke pasar. Kalau jumlah sedikitnya dikumpulin dulu sampai banyak.

This Article Belong To Ahsanfile Project !

Foto Gambar Buah Gelombang Cinta – Cara menyemaikan bibit Anthurium dari bijinya !


Ini tulisan pertama mengenai kunjunganku ke Taman Anggrek Ragunan sekitar beberapa minggu yang lalu. Kunjunganku waktu ini untuk refreshing dengan niat hati melihat-lihat bagus-bagus, warna-warni dan menyegarkan.

Sebagai hasilnya, untuk yang pertama aku akan tulis mulai dari pintu yang aku kunjungi duluan. Di sana masih ada penjualan tanaman hias gelombang cinta, yang sekarang sudah zero, padahal dulu adalah hero. Masih banyak dalam pot tanaman ini yang dulu mungkin harganya akan ratusan juta rupiah.

Tapi yang namanya tanaman hias tidak akan pernah habis orang yang menyukainya sampai kapanpun. Hanya tren dan pasar saja yang membuat sebuah tanaman hias jadi terkenal dan mahal. Soal selera orang tidak akan pernah hilang.

image

(ssssttt jangan berimajinasi lain terhadap foto di atas, itu adalah bunga gelombang cinta atau anthurium yang masih muda)

Ini adalah foto buah gelombang cinta yang sudah matang. Lain banget sama yang masih muda yaitu coklat krem dan permukaanya cenderung merata, kalau yang sudah mteng kaya hini, banyak tumbuh biji-bijinya berwarna merah.

image

image

Kelihatannya sangat enak dan manis, tetapi aku nggak berani mencicipinya, selain bukan milik saya juga takutnya beracun walau kebayang rasa dan aromanya itu manis banget. Lihat saja kayak buah cerry merahnya…

Nah dari biji inilah tanaman anthurium dikembang biakkan. Bijinya ditampung di pot khusus untuk bisa tumbuh tunasnya.

image

Dibiarkan saja sampai kulit bijinya membusuk dan tersisa bijinya saja yang berwarna coklat seperti bambar di bawah ini:

image

Dari biji yang sudah lama jatuh atau meyentuh tanah itu ntar akan keluar tunas dan akan jadi tanaman baru yang bisa ditanam di pot lain atau dikemas dalam wadah untuk dipasarkan.

image

Dulu pada saat terkenal-terkenalnya tanaman hias ini, satu kecambah anthurium sekitar 150 ribu harganya. Mungkin sudah hampir zero harga bibitnya. Bisa dibayangkan tuh duit yang bisa diperoleh dari bibit anthurium dalam pot-pot di atas.

Jika satu pot ada sekitar 50 biji dan harga per biji 150.000, berarti bisa menghasilkan uang 7.500.000. Tinggal dikalikan jumlah pot saja misal dalam kesempatan kemarin ada 5 pot biji, berarti sudah dapet 37.500.000, jika persentase yangbrisak itu 20%, maka bisa dapet 30.000.000. Tapi itu dulu lho yaaa..