Kelakuan kucing komplek yang bikin trenyuh, kasihan dan muak !


Minggu-minggu ini aku lagi bertaruh bagaimana mendapatkan kucing yang bagus tapi nggak beli. Jadinya sesuai saran temen-temen aku nyari di komplek perumahan terlebih dahulu.

Dan mulailah aku beraksi seperti maling yang mau mencuri. Muter-muter komplek berkali-kali. Nyatronin gang-gang kecil. Intip-intip halaman orang. Intip-intip kolong mobil orang, buka-buka bak sampah. Haduuuhh… kalau ada mba-mba yang melihatku kemudian dia teriak “maliiiiing…. ” pasti aku bisa di arak warga karena kelakuanku.

Tapi setelah aku ubek-ubek komplek, aku melihat fenomena kucing liar di komplek perumahanku itu sungguh drama banget. Ada yang jahat, ada yang baik. Ada yang jagoan, ada yang pecundang. Ada yang tidak berperi kemanusiaan, ada yang baik hati, eh berperikekucingan. Ada yang sehat, ada yang cacat dari pincang, tak punya kaki, mata satu sampai muka separo. Oh iya ada si buta dari gua got lho.

image

Dan ada yang kelakuannya bejad banget. Kawin, di tengah jalan, bergiliran satu betina digilir beberapa cowok. Habis itu hamil, anak-anaknya kuranga bahkan terlantar tak terurus, eeeh emaknya lagi hamil lagi… duh… jadi trenyuh…

Foto ke dua adalah salah satu kucing liar yang sedang aku incer, masih muda dan kayaknya masih abg. Itu lho yang di foto pertama sebelah kanan. Tapi alangkah terkejutnya aku pagi tadi, pas mau berangkat kerja, pas buka gerbang rumah, ada suara berisik kucing ngeang—ngeong. Ternyata dia lagi digilir 2 kucing jantan ….

Aaaaaaaa… nggak jadi adopsi dia lah … harus menanggung kehamilan para pejantan yang selama ini ngrusak atap rumahku dengan berkelahi di sana …