Serba salah jadi orang ganteng, tampil seperti apapun tetep ada yang jatuh hati !


Ini salah satu lika-liku hidupku yang over pede, wakakakaa…. dan salah satu penjelasan tentang pribadiku…

Ternyata setiap sisi kondisi sosial seorang laki-laki itu ada bagian untuk seorang wanita itu memiliki ketertarikan, bahkan jadang sampai jatuh hati dan suka. Ini aku rasakan sejak SMA dulu sampai sekarang, bahwa apapun penampilannya itu ada saja wanita dengan kondisi waktu itu menjadi suka setelah mengetahui aslinya.

Dan kondisi ini tidak ada yang pernah tahu termasuk kakak sepupuku yang sering bareng sampai hari ini… Tulisan ini aku buat mumpung lagi nyambung sama surveyku tentang orang yang suka “undercover” atau “tidak ingin diketahui aslinya” oleh orang lain.

Saat awal SMA aku pernah berpenampilan rapi, atau yaaa biasa-biasa saja sih, cuma aku waktu itu orangnya memang suka menggurui pak guru dalam beberapa mata pelajaran terutama biologi. Eeeehhh… ada seorang temen cewek yang mulai sering diskusi bareng, jalan bareng, ke perpustakaan bareng dan mulai intens dalam berkomunikasi … Ahh.. ini gawat, tidak sesuai dengan prinsipku waktu itu sekolah jangan sampai pacaran, karena nggak punya modal.

Mulai kelas 2 SMA aku ubah total penampilanku menjadi kucel, baju nggak pernah di gosok, warnanya kusam karena 2 tahun nggak ganti seragam, jahitan celana ada yang sobek bagian mata kaki. Baju kelas satu masih aku pakai di kelas dua. Jadi kelihatan banget aku waktu itu orangnya asal saja yang penting masih rapet. Eeeeehhh… ada temen cewek lagi yang juga naksir sama aku, dan terang-terangan minta jadian sama aku. Katanya dia trenyuh melihat kesederhanaanku dalam hidup, dia salut sama aku yang sederhana tetapi bisa selalu jadi rangking di kelas. Yang penting prestasi dan nilai bagus, nggak usah mementingkan baju seragam dalam kondisi bagus, nggak usah tas baru kalau sudah butut… Okehhh… saya menghindar lagi karena saya tidak mau pacaran… karena saya nggak punya modal…

Kelas 3 SMA, aku mulai bingung bagaimana aku menghindari agar tidak ada cewek yang naksir, paling tidak gak dilirik blas lah… Soalnya waktu SMA dulu, nggak punya pacar itu sebuah isu, dan aku sering menjadi isu karena memiliki track record nggak pernah pacaran sampai kelas 3 dan pernah menolak taksiran beberapa temen cewek… Jadi kadang jadi target temen-temen yang masih jomblo saat itu untuk mendekatiku…

Dan hasilnya adalah aku ubah pola hidupku hampir total, aku makin tidak mempedulikan penampilan. Lebih parah dari kelas dua pokoknya. Kalau kelas 2 aku hanya tidak mengurusi soal seragam, tas dan sepatu. Sekarang aku tambah lagi agar aku bisa fokus belajar… Dan sejak saat itulah beberapa kebiasaan masih terbawa sampai sekarang karena aku menemukan kepraktisan dan dalam hidupku.

Jika kelas 2 sma aku sangat kucel terlihat, maka aku tambah menjadi berangkat sekolah jarang mandi, pokoknya nggak ada muka fresh kalau cewek melihat mukaku (walaupun cakep sebenarnya), trus aku jarang gosok gigi karena pasti aku akan mengurangi ngobrol sama wanita (lebih tepatnya aku akan dijauhi karena mulutku bau) dan aku menjadi orang yang pendiam, tidak suka ngobrol sama cewek dan fokus belajar.

Arrrggghhh… ternyata masih ada saja cewek yang jatuh hati sama aku, kini giliran bukan satu kelas, tetapi adik kelas. Kita sering bertemu di acara latihan pencak silat. Ternyata aku diceritai temennya kalau dia naksir aku itu karena tipenya sudah dewasa yaitu sudah memikirkan masa depan karena fokus belajar, cocok buat pendamping hidup. Karena tidak mau pacaranlah dia jadi suka sama aku. Karena tidak suka ngobrol sama cewek jadi aku dianggap tipe lelaki yang setia dan tidak akan mudah selingkuh. Dan sekali lagi aku berhasil menjauhinya karena beda kelas, jadi mudah untuk menghindar…

Oke, ternyata setelah Catur Wulan ke 2 (sekarang udah gak ada catur wulan, ganti dengan semester) ada perubahan besar dalam kejiwaanku. Aku yang selama ini anti pacaran merasa agak aneh… aku mulai sadar kalau itu nggak baik buatku dan buat sekolahku karena jadinya nggak kondusif untuk suasana belajarku di sekolahan. Dan aku kembali menjadi anak sekolah yang normal lagi. Baju kembali rapi, tas kembali rapi, sepatu kembali rapi dan rambut kembali aku sisirin selama 2,5 tahun jarang banget aku urus…

Dan sukurnya aku belum terlambat untuk mendapatkan nilai B pada kepribadian dan kerapian ketika dulu sekolahku membuat raport, dan pelajaran paling berharga yang masih aku lakukan sampai sekarang adalah:

  1. Tidak mandi pagi itu menghemat waktu dan perasaan terburu-buru. Mau bangun jam berapapun asal masih ada waktu, bisa digunakan untuk bersantai dan tidak stress karena belum mandi. Bangun pagi, pakai sepatu, cawel tas, cawel sarapan … langsung ke sekolah, kalau sekarang ya langsung ke kantor. Oh iya, hemat sabun sama shampo…

    (samapi sekarang gak ada orang protes karena saya belum mandi, kecuali dia tahu)

  2. Jarang gosok gigi akan membuat gigi lebih terlindungi karena jika ada kuman / bakteri masuk mulut, dia akan terhalang oleh guluh/daki yang menempel, jadi nggak langsung masuk ke dalam gusi/gigi dan harus menembus daki terlebih dahulu. Beda sama yang giginya bersih, ada bakteri masuk mulut bisa langsung terjun bebas ke dalam gusi/gigi.

    (sampai sekarang saya tidak pernah sakit gigi lho)

  3. Penampilan yang kucel dan terkesan miskin akan menjauhkan dari minat pencopet untuk mencuri barang berharga dan menjauhkan dari cewek matre untuk mencuri hatiku… wakakakaa…

    (sampai sekarang aku nggak pernah / kenal / dikenali cewek matre, yang ada cewek yang bisa menerima apa adanya)

  4. Tidak pacaran semasa SMA membantu meningkatkan prestasi jadi lebih baik karena tidak akan merasakan yang namanya jatuh cinta, putus cinta, dikhianati dan lainnya… gak ada beban batin pokoknya…

Yaaah udah ada anjingnya – Nggak jadi nembak lah …


Ini satu lagi bentuk kerusakan moral anak-anak abg sekarang ini, yaitu ketika melihat cewek yang ditaksir itu ternyata sudah punya cowok, maka tidak akan disebutnya sebagai “cowoknya” karena kesal, tetapi akan menyebutnya sebagai gandengan kemudian berganti dengan gerandong kemudian karena sebagai yang digandeng kadang disebut anjing yang kemana-mana selalu di gandeng dan mengawal tuannya.

Itu aku denger sendiri dari seorang anak yang waktu itu aku sedang naik angkot, di sana anak-anak smp cowok-cowok pada naik. Nhaaa pas angkotnya masih ngetem agar penumpanya penuh, mereka melihat seorang cewek satu sekolah sedang jalan, terjadilah percakapan kaya gini:

#Begin

A: eh eh liat tuh, itu kan si meta, lo kan lagi naksir, kesempatan tuh
(A bicara sama temennya B yang sedang duduk di hadapannya)
B: ah (sambil malu-malu)
C: eh bentar tuh, koq ada cowok ndekatin.
B: itu bukannya anak 7.3
C: yaaah mereka gandengan tangan
A: wakakakaaa… Udah ada anjingnya, telat loo (sambil ketawa nunjuk ke B)
C: awas anjing galak, jangan di ganggu majikannya.
B: ah udahlah.
C: cieee yang patah hati…
A: tenang masih banyak yang lain

#End

Pacar cowok itu anjing dikatakan sebagai anjing penjaga majikan yang jika majikannya di ganggu akan menjadi galak…

Whalaaaa… Agak pas sih perumpamaanya, tapi kenapa harus anjing ? Apa karena jadi gandengan kemana-mana ?

Posted from WordPress for BlackBerry.

Baru sadar kalau aku memiliki temen yang cantik


Beruntunglah saya, yang mengenal perasaan cinta itu pada waktu yang tepat, yaitu ketika mau menikah. Sebelumnya aku nggak pernah yang namanya pacaran sampai aku beberapa minggu sebelum menikah. Jadi aku bisa ngomong kalau aku bener-bener vargan. (Virgin kan untuk cewek, kalau untuk cowok itu vargan yak)

Ilustrasi (http://pacarimpian.com)

Waktu sd, smp, sma, bahkan ketika kuliah, aku tuh nggak bisa untuk mencintai atau bisa merasakan jatuh cinta sama temen seperti yang lainnya sampai mereka pacaran, sampai mereka putus, sampai mereka selingkuh, sampai mereka jadian lagi. Sampai waktu sma-pun aku dikenal sebagai cowok lugu yang tak bisa ngerti cewek cantik. Banyak yang bilang seperti itu padaku. Lanjutkan membaca “Baru sadar kalau aku memiliki temen yang cantik”