Morning fight with crazy dog – Apakah anjing memiliki indera ke enam?


Postingan ini bercerita tentang sebuah pagi di kantor ketika aku habis nginep di sana. Mata masih sepet karena semalaman cuma ngliyep sebentar. Habis begadang untuk bikin desain tabel sebuah sistem yang sedang aku buat. Kopi habis, ternyata isi dompetpun harus diisi ulang untuk ntar beli sarapan pagi.

Oke pagi, yang masih berkabut ini aku dari parkiran samping gedung, mbonceng salah seorang yang juga nginep di kantor menuju ATM yang berada di halaman belakang kantor.

image

Pas menuju mau parkir deket atm, ada terlihat seekor anjing berwarna coklat krem sedang tiduran di bawah mobil yang parkir di deket ATMnya. Heran juga melihatnya, soalnya anjing punya siapakah itu. Koq ada di area perkantoran. Tapi cuek bebek aja, nylonong aja parkir di dekat dia dan ke atm.

Setelah selesai dari atm, starter motor dan langsung ngacir balik ke parkiran samping. Lhaa koq pas baru ada 5 meter jalan, temenku yang dibelakang teriak-teriak sambil ngangkat kaki… ‘awaaaas anjingnya ngejar……’

image

Karena kecepatan motor matic itu gak bisa langsung spontan apa lagi boncengan, akhirnya anjing itu bisa ngejar. Langsung stop motor dan lari pakai kaki…

image

Ini pagi-pagi, mata masih ngantuk, bonus dikejar-kejar anjing. Emosi mulai naik ditambah nafas yang mendadaj jadi ngos-ngosan. Dan sepertinya kalau aku terus lari, aku yang akan kalah. Sementara temenku dicuekin sama anjing itu. Aku jadi heran sendiri.

Karena nggak kuat lagi berlari, aku segera berhenti dan balik badan. Dan anjing itupun mengerem larinya. Sekarang dia menggonggong-gonggong di depanku.

image

Kemudian akhirnya dia melompat ke arahku dan secara reflek aku menendang kepalanya denga kaki kanan sekuatku. Hoaaaaahhh…. Ternyata kepala anjing itu keras banget yak…. Walau aku tendang pakai telapak kaki, tapi kerasa euyy…

Anjing itu kalah berat badan sama aku. Jadi dengan tendangan sabitku, pas kena di kepalanya, aku nggak nglepas kakiku, tapi aku dorong terus samppi kena aspal. Jadi aku itu nendang kemudian ndorong. Sehingga monyongnya itu mbentur aspal cukup keras.

Nhaa setelah ini, anjing itu mulai bingung sama aku. Dia kini agak takut-takut gitu. Dan walau dengan meringis karena kaki masih sakit, aku bentak dia sambil ngacungin kepalan tangan sambil aku seperti akan mukul dia.

Ha ha ha ha, gak di sangka, anjing itu lari terbirit-birit sambil bunyi ketakutan…. Kaing…. Kaing…. Beda banget saat dia lagi nggonggongin aku.

image

Dan untuk memastikan anjing itu pergi, gantian aku yang mengejarnya. Tapiii sekali lagi, nafasku ngos-ngosan lagi….

Oke selesai….

Sekarang balik ke pembahasan ke dua,
Mungkin diantara pembaca ada yang bertanya kapan aku nggambar ilustrasi di atas? Iya… Itu aku gambar tadi malam. Sebenarnya aku sudah lama pingin nulis cerita ini di sini.

Kemudian yang aku heran itu koq anjing itu memilih mengejarku ketika aku dan temenku turun dari motor. Apa dia itu tau kalau aku itu benci banget sama anjing. Apa diantara mereka punya link catatan bahwa aku adalah orang yang layak untuk mereka balasi dedam? 

Itulah mengapa aku bertanya-tanya apakah anjing punya indera ke enam untuk membaca perilaku orang?

Atau mukaku yang nggak menyenangkan buat anjing itu?

Haaaaa… Gak usah dipikirin laaaa….