Jika kepercayaan dan adat menghalangi jodoh dan pernikahan


SEBUAH CERITA PERJUANGAN MELAWAN KEPERCAYAAN

Ini adalah pengalamanku sendiri yang aku tujukan buat saudara-saudaraku yang masih berkutat dalam kesusahan jiwa menjalani kepercayaan warisan orang tua.

Sebalumnya aku kasih peringatan, tulisan ini kayaknya akan menyinggung beberapa orang, terutama para pemercaya kepercayaan warisan orang tua : kejawen.

Dulu dalam proses pernikahanku, banyak sekali rintangan yang malah datang dari beberapa anggota keluarga yang kekeh ingin menerapkan kejawen padaku dan calon istriku. Tapi dengan sekuat tenaga aku lawan orang tua dan saudara-saudaraku agar aku terbebas dari kepercayaan yang melanggar ajaran agama.

Lho melawan orang tua bukannya durhaka ? Dan durhaka pada orang tua sangat dilarang oleh agama ?

Coba pahami baik-baik pernyataan berikut ini : Lanjutkan membaca “Jika kepercayaan dan adat menghalangi jodoh dan pernikahan”

Mengapa jodoh tak kunjung datang ?


NASEHATKU buat saudaraku yang sedang galau hatinya menuggu sang jodoh !

Yuk baca lagi sebuah fenomena agak menyedihkan yang terjadi disekitar kita, yaitu soal jodoh. Jodoh yang tak kunjung datang, jodoh yang selalu gagal dan jodoh yang selalu berakhir dengan kekecewaan ? Emang ada yah yang berakhir dengan kekecewaan ? Ya ada lah…!

Beberapa bulan terakhir ini aku sering menemukan orang-orang yang sedang menanti jodohnya datang. 2 orang adalah saudaraku, yang lainnya adalah teman dan sahabat.

Dan aku yakin diluaran sana aku yakin masih banyak yang sedang gelisah menunggu saat bertemu dengan jodoh.

Yang membuatku gregeten sampai nulis artikel ini adalah ternyata mereka memiliki beberapa persamaan yaitu dalam hal cara berpikir tentang hidup ini. Apa saja itu ? yuk simak baik-baik !

  1. Selalu menilai orang yang datang untuk pdkt atau berkenalan untuk ke arah menikah dengan dari wajahnya…. nggak ganteng lah, nggak cakep lah… bagaimana dengan keturunanku nanti kalau wajah suamiku jelek… apa kata orang nanti kalau istriku orangnya hitam dan nggak cantik ???
  2. Terlalu tinggi menerapkan standar ideal bagi calon pasangan hidup. Harus sudah bekerja, harus pangkatnya lebih tinggi, harus lebih kaya, harus lebih dewasa, harus lebih dalam ini dan itu…
  3. Yang ketiga ini berkebalikan dengan point no 1 dan 2, yaitu merasa minder jika akan melangkah ke jenjang yang serius, merasa belum dewasa, merasa belum punya penghasilan tetap, takut ditolak, malu sama orang tua calon dan ini dan itu akhirnya cuma jalan di tempat.
  4. Keempat karena alasan kepercayaan. Tidak jadi menikah karena katanya tidak sesuai dengan adat dan kepercayaan. Yang ini sungguh kasihan sekali, mempertahankan sesuatu yang jika dikembalikan ke HAM sungguh mengenaskan.

Lanjutkan membaca “Mengapa jodoh tak kunjung datang ?”

Hubungan antara tingkat kemapanan dengan proses nikah pada wanita


Makin mapan seorang laki-laki, makin besar peluang mencari jodoh. Makin mapan seorang perempuan, makin kecil peluang mencari jodoh !

Lho koq bisa, bukankah urusan jodoh itu sudah diatur ?

Artikel ini akan mengulas bagaimana sebuah proses usaha mencari jodoh. Jodoh memang sudah ditetapkan, tetapi manusia harus berusaha untuk bertemu dengan sang jodoh, nggak ada yang tiba-tiba langsung tersanding di depan mata, semua butuh usaha.

PERHATIKAN FENOMENA INI :
Semakin tinggi tingkat kemapanan seorang laki-laki, maka peluang dia mendapatkan jodoh akan semakin mudah. Walaupun usia sudah agak tua, range usia wanita yang mudah untuk dinikahinya semakin besar. Misalkan laki-laki itu usianya 35 tahun belum punya istri, maka wanita yang dapat dinikahinya dari mulai usia 18 sampai 35. Atau bahkan lebih tua dikit.

Ini sangat berbanding terbalik dengan wanita !
Ketika semakin tinggi kemapanan seorang wanita, maka Lanjutkan membaca “Hubungan antara tingkat kemapanan dengan proses nikah pada wanita”

Ohh noo ternyata pertemuan sahabatku dengan jodohnya lebih seru !


Aku kira apa yang aku alami soal pertemuan dengan jodohku termasuk hal yang luar biasa (lebay :mrgreen: )… ini nih yang aku share di sini :
https://ahsanfile.wordpress.com/2010/06/27/ha-ha-ha-bertemu-jodoh-itu-aneh-pengalamanku-sendiri

Eeeee…. ternyata ada yang lebih seru lagu… 😥 😥 😥 Aku kira hal gila dalam mencari jodoh hanya aku yang melakukan. Disaat aku sedang menunggu hari pernikahan dengan tunanganku… eeeh malah aku melamar gadis lain… xixiii

Seperti apa sih ceritanya ? Yuk kita ikuti kisah berikut ini.

Sahabatku… dia adalah laki-laki pendiam tapi penuh dengan kebahagiaan. Kami kenal sudah lama dan ketika kami masing-masing sudah menikah. Tapi baru kemarin becerita tentang awal kenal dulu dengan istrinya… Wooooo ceritanya sungguh membuatku terherab-heran…

Dia becerita telah punya pacar yang didapat eh dikenal dari salah seorang temen satu kerjaan. Cinta bersemi seiring dengan seringnya waktu tiap hari bertemu di pabrik.

Semakin hari niat semakin bertambah seiring dengan usia yang makin dewasa, akhirnya sahabatku dan pacaranya merencanakan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Karena sama-sama perantauan di jakarta maka pulang dengan rencana nanti untuk lamaran. Sahabatku asli Demak dan pacaranya asli Pekalongan (cukup jauh)

Nah hari yang dinantikan telah tiba. Rombongan keluarga sahabatku berangkat dari Demak menuju ke Pekalongan. Sesampainya di rumah pacarnya, hal yang heboh terjadi… saat itulah sahabatku bertemu dengan jodohnya…

Lha iya emang mau ngelamar pacarnya, udah jelas kan siapa jodohnya… Eittss tunggu dulu… !

Pada saat perkenalan keluarga (biasa lah kalo baru bertemu ya saling memperkenalkan anggota keluarga) sahabatku entah apa yang merasuki pikirannya tiba-tiba berubah pikiran untuk tidak jadi melamar pacaranya.

Saat itu juga sahabatku jatuh hati pada kakak perempuan pacarnya…
Acara lamaran hari itu bubaran dan berganti dengan kehebohan yang gak bisa dimengerti oleh semua orang (katanya sih sahabatku juga gak mengerti koq kenapa hatinya tertarik sekali sama kakak perempuan pacarnya)

Kata sahabatku, kalo secara kecantikan jaaauuuuuuuuhhh… antara pacaranya dan kakak perempuannya. Pacarnya itu cakep, cantik, luwes, dan tinggi. Pokoknya kalo ketemu pasti naksir lah…

Sementara kakak perempuannya itu keciiiiiillll, iteeeeemmmm…. pacar sahabatku itu tingginya kalo gak salah katanya se telinga sahabatku. Sementara kakak perempuannya tigginya cuma tengah-tengah antara ketiak dengan pinggang. Jadi yaaa emang kecil dan pendek.

Pokoknya kalau dibandingkan ama pacaranya waktu itu jauh sekali perbedaanya… Dan kakak perempuann itupun iya-iya aja… menerima lamaran orang yang baru dikenalnya. Jadi ceritanya hari itu niatnya mau melamar pacarnya, tapi malah yang dilamar adalah kakak perempuannya.

Yang shock berat adalah orang tua sahabatku. Karena perubahan itu. Dan anehnya pacar sahabatku ini juga nggak merasa sakit hati atau apa…Pokoknya hari itu yang shock cuma para orang tua !

Kemudian sahabtaku pulang dengan sepertinya belum percaya dengan yang dilakukannya barusan. Masih terbayang minggu yang lalu masih berjalan bergandengan mesra di jakarta, mulai hari itu hal itu sudah terlarang, karena sekarang sahabatku adalah tungangan dari kakak pacarnya. Orang yang baru dilihatnya sekali tapi langsung jatuh cinta…

Waktu berlalu dan pernikahanpun terjadi… sampai sekarang sababatku dan istri mungilnya itu sudah dikaruniai satu orang anak dan mau punya adik lagi (sedang hamil 6 bulanan)….

Whaaa…. gila… jodoh begitu yah….