Jeruk – Cemilan yang sehat ketika kerja


Ternyata kesehatan itu baru kerasa penting setelah ada masalah. Dan 60% masalah kesehatan disebabkan oleh masalah makanan. Makanya mulai sekarang, hindari saja makanan-makanan yang berpotensi berpengaruh sama kesehatan. Dan yang sering membuat kita melupakan kesehatan adalah cemilan di kantor saat kerja.

Gorengan, kue berlemak, roti berpewarna, coklat dan sejenisnya. Kandungan gizinya sih tinggi dan rasanya juga enak, tetapi efeknya adalah jenis nutrisi yang masuk ke tubuh kita itu jadi nggak seimbang. Lanjutkan membaca “Jeruk – Cemilan yang sehat ketika kerja”

Coffe Break – Menikmati waktu istirahat saat meeting


Ketika sedang ikut rapat atau meeting, kadang posisinya itu sebagai tim support yang harus duduk di belakang atau samping meja meeting. Dan hari ini aku sebagai sebagai tim support untuk menjaga agar sistem yang sedang dirapatkan tidak ada permasalahan. Posisinya menjadi sibuk ditempat dan nggak bisa di tinggal lama-lama.

Solusinya adalah bawa snack ke meja tugas. Bawa yang banyak dan lupakan malu kalau yang lain ambil snacknya satu piring satu atau dua macam. Lanjutkan membaca “Coffe Break – Menikmati waktu istirahat saat meeting”

Sering lupa naruh pulpen, pensil dan alat tulis ketika kerja di kantor


Kemarin, pas lagi bersih-bersih dan menata tumpukan kertas di meja kerja, serta mau membuang kertas-kertas apa saja yang sudah memenuhi tas kerja, aku cukup kaget. Ternyata selama ini pensil, pulpen dan alat tulis lainnya yang rasanya baru aku pakai trus hilang, ternyata ada semua pada nylimpet di sana.

Selama ini aku sering banget merasa kelihangan pensil atau pulpen. Ternyata pada ngumpet di bawah kertas, dibelakang pc. Di bawah binder, di dalam tas, di slempitan buku. Lanjutkan membaca “Sering lupa naruh pulpen, pensil dan alat tulis ketika kerja di kantor”

Tempat kerja yang akan membuat kita maju – tips memilih tempat kerja yang bagus


Postingan ini awalnya bukan mbahas pekerjaan, tetapi mau mbahas kondisi kampungku yang kini serasa gersang dan tandus yang diakibatkan oleh rasa malas generasi mudanya untuk menggarap lahan pertanian. Mungkin lain kali saja akan aku ceritakan tentang kondisi kampungku …

Tetapi aku jadinya berubah pikiran untuk menulis isi otakku tentang sebuah tempat kerja. Yah tempat kerja dimana setiap orang akan mencari kemudian menjalaninya. Ada banyak reaksi dari masing-masing orang yang menjalaninya. Ada yang enjoy, ada yang stress, ada yang strees kemudian enjoy dan sebagainya.

Intinya begini :
Tempat yang akan membuat kita maju bukanlah tempat yang nyaman, damai dan sentosa. Tetapi adalah tempat yang disitu banyak masalah dan tantangan, di situ kita akan merasa tersiksa, terbebani dan stress.

Tempat kerja yang nyaman, banyak fasilitas, cenderung akana membuat orang untuk terlena dan malas, sibuk menikmati fasilitas dana kemewahan. Orang akan merasa cukup dengan kondisi sekarang dan nggak ada pikiran untuk berinovasi dan menjadi leih maju.

Tempat kerja yang keras, banyak tantangan, banyak masalah, akana memaksa orang untuk berpikir untuk menyelesaikpan masalaha-masalah yang dihadapi. Selesai satu masalah, pindah ke masalah yang lain. Dana hasilnya adalah orang-orang yang pandai menyelesaikan masalah, orang yang cerdas dalam menyikapi masa depan.

Dan dalama kondisi nyata di kehidupan sehari-hari adalah tidak ada manusia yang bisa lepas dari permasalahan. Orang yang manja akan selalu tersiksa dengan permasalahan yang ada. Bahkan apapun bisa menjadi masalah. Masalah bukan datang dari luar, tetapi orang yang manja yang cenderung menjadi sumber masalah, yaitu dia tidak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi sehingga orang lain yang akan kecipratan.

Contoh nyata adalah jepang dan indonesia.
Oramg-orang jepang lebih maju karena lingkungan alamnya yang sempit, kurang subur, sedikit sda. Tapi lihat apa yang dihasilkan, sebuah negara maju dengan teknologi yang menjadi kiblat banyak negara. Etos kerja orang-orangnya tinggi. Walaupun lingkungan yang kurang subur bisa diubah menjadi lingkungan yang subur.

Dan lihat indonesia, ibarat sekarang boker dibelakang rumah, sebulan kemudian dah panen cabai… Saking suburnya… Lingkungan yang kaya, apa-apa ada, tinggal comot. Tapi lihat hasilnya orang-orangnya manja-manja… malas kerja dan tak pernah puas walaupun sudah mendapatkan hasil yang tinggi dibandingkan yang lain.

Halah, terlalu radikal banget perumpamaanya. Tapi itulah yang biasanya terjadi. Orang yang biasa dengan kondisi yang nyaman, dia akan teriak-teriak ketika ada kondisi yang tidak nyaman. Tetapi sebaliknya, orang yang sering mengalami kondisi tidak nyaman, dia akan lebih kuat menghadapi kondisi yang selalu dinamis. Adaptasi dan tempaan menghadapi permasalahan akan membuat orang lebih dewasa.

Intinya begini :

  1. Nggak pernah mengalami tangangan, orangnya akan tersiksa jiwa raga ketika mendapat tantangan.
  2. Orang yang berhasil menyelesaikan sebuah tantangan, pada akhirnya dia akan merasa puas karena telah berhasil menyelesaikannya.
  3. Orang yang tidak bisa menyelesaikan masalah, dia ini akan selalu tersiksa dan terbebani oleh masalah yang ada …
  4. Orang yang selalu nrimo (pasrah) jika mendapatkan sebuah masalah, lama-lama pasti tidak akan kuat menghadapinya…

Hayooo … bener nggak statement di atas ?
Kalau punya pendapat lain, seneng sekali kalau para pembaca mau share di sini :mrgreen:

Working With Distraction – Kalo kaya gini kejadiannya bisa gila ! …


Arrgggghhh…. jam segini dibela-belain lembur di kantor, belum pulang ke rumah sejak 4 hari yang lalu. Belum ketemu dengan si kecil yang lagi lucu-lucunya sekedar untuk mengemban dan nina boboin … belum ketemu dengan istriku yang lagi kangen-kangennya sekedar untuk memeluknya, belum ketemu dengan jagoanku yang lagi dapet bintang terus di sekolah sekedar untuk mengucapkan selamat …

Hiks…. pantaskah ini aku tuliskan di sini … ?

Apakah aku terlalu egois yang mementingkan pekerjaan sampe ninggalin anak dan istri berhari-hari. Lembur di kantor sampe kamar mandi kantor kalau bisa ngomong dia sudah bosan melihat aku mandi dan boker di closetnya… arrggghh… tapi aku juga nggak tega melihat nasib tempatku bekerja jika pekerjaan ini nggak aku selesaikan …

Working with distraction !!! …

Inilah yang sedang aku alami saat ini … (hu hu hu … curhat ah)

Nggak berani bilang “tidak bisa” atau “tidak sempet” atau “sedang sibuk” ketika bos menyuruhku melakukan pekerjaan. Sadar juga, bos, akuĀ  dan yang lainnya sedang mendapatkan job yang luar biasa banyak akhir-akhir ini. Ada perasaan harus ikut berjuang sampai semua pekerjaan selesai.

Nggak berani juga untuk komplain ke bos bahwa jumlah pekerjaan mungkin bagi sebagian orang tidak realistis antara jumlah dan waktu yang diberikan. Sehingga satu-satunya cara adalah lembur di kantor tanpa di bayar ke negara. Aku ngerti bahwa bos hanya percaya padaku sehingga semua beban ini diberikan padaku. Dan aku juga ingin memberikan yang terbaik semampuku.

Dan ini lagi, ketambahan notebooku error mulu. Error yang ttidak bisa aku memperbaikinya. Kadang tombol angka dan beberapa tombol huruf mati. Kadang notebooku nulis sendiri atau mengeksekusi perintah sendiri. Lha pekerjaanku amburadul gara-gara kejadian ini.

Solusinya nggak iya banget deh, notbuku harus ku banting-banting dulu atau aku gebrak-gebrak dulu baru waras lagi. Apa karena kotor tapi selama ini aku menjaga kebersihan keyboardnya dari kemasukan kotoran-kotoran … arrrggghhh….

Rasanya ingin putus asa !

Hiks …