Kebahagiaan itu pada jika kita lelah jiwa dan raga kemudian kita menikmati hasilnya


Beberapa hari yang lalu aku makan siang di sebuah warteg dan melihat hal yang selama ini aku rasakan. Yaitu menikmati rasa makanan yang sedang aku santap.

Aku melihat ada seorang tukang rongsok alias pencari barang-barang bekas. Sudah tuaa sekali, tapi masih bekerja keras untuk hidup. Di tengah hari-hari yang terik dan berdebu, dia harus mencari barang-barang bekas untuk dijual lagi entah dengan harga berapa.

Ku lihat dia memesan nasi + sayur kangkung dan air putih anget. Hanya itu saja, sangat kontras denganku yang lauknya lebih banyak dari pada nasinya. Plus gorengan dan minumnyanes teh manis. Lanjutkan membaca “Kebahagiaan itu pada jika kita lelah jiwa dan raga kemudian kita menikmati hasilnya”

Makan di warteg itu murah dan meriah, banyak pilihan lauknya


Salah satu rumah makan yang dari sononya terkenal murah dan meriah itu adalah “warteg”. Di saat semua warung makan menaikan harganya, warteg ini masih relatif nggak naik. Harganya masih jauh lebih murah dari rumah makan lainnya. Untuk 1 porsi kenyang, makan di warteg masih lebih hemat dari pada di warung jenis lainnya.

ahsanfile-warteg-a

Kali ini adalah makan malamku tadi malam di warteg. Sepertinya sudah lama sekali aku nggak makan di warteg ini, selama ini kalau nggak makan dirumah, ya ada catering atau bawa bekel dari rumah, atau ditraktir sama temen. Jadi nggak kelayapan nyari makanan kalau lagi saatnya makan siang ketika sedang di kantor. Lanjutkan membaca “Makan di warteg itu murah dan meriah, banyak pilihan lauknya”