Duhai Pendampingku


Di hatimu tersimpan cinta yang suci
Serta mendalam pernikahan dari beda dunia
Meski kau terbiasa hidup tanpa perih
Namun kau ikhlas hidup bersahaja
Namun bahagia

Duhai pendampingku, akhlakmu permata bagiku
Buat aku makin cinta
Tetapkan selalu janji awal kita bersatu
Bahagia sampai ke surga

Maafkan aku jika tak bisa sempurna
Karena ku bukan lelaki yang turun dari surga
Ketulusan hatimu anugerah hidupku
Doakan langkah kita tak berpisah
Untuk selamanya

Sampai ke surga….

#edcoustic

Kerusakan moral ini sudah dianggap solusi menyelesaikan masalah


Cinta nggak direstui, solusinya?
Jika cinta nggak direstui oleh orang tua, dengan berbagai alasannya, solusinya sungguh indah dan menyenangkan. “Kawin”. Iya kawin sendiri dulu dengan sang kekasih. Biar sampai hamil. Jadi ntar pasti disuruh nikah sama orang tua karena sudah hamil. Bahkan pernikahanpun akan dipercepat oleh orang tua. Dan merajut cinta pun sukses walau tadinya tidak direstui oleh orang tua.

Ingin naik haji nggak punya biaya ?
Posisi sebagai karyawan atau pegawai, pengin naik haji tapi susah banget ngumpulin dananya. Solusinya adalah jadi bendahara. Kumpulkan uang dari anggota sebanyak mungkin. Kemudian simpan sebagai deposit pinjam untuk biaya haji atau umrah. Nanti dibalikin koq… nanti kalo ditanya anggota duitnya kemana, tinggal tunjukin bukti depositnya.

Itu dua contoh yang sering terjadi. Itu dua contoh bentuk kerusakan moral, tu dua contoh cara berpikir generasi sekarang.

Posted from WordPress for Android via EK GC100

Jangan menikah sama orang sekampung atau sedesa


Aku baru tau bahwa kita dalam hal mencari pasangan hidup tidak menikah dengan orang sekampung atau juga sedesa.

Lepas dari mitos-mitos orang kampung itu sendiri yang katanya kalau nikah sama orang sekampung maka akan begini dan begono.

Aku sendiri kayaknya akan menghukumi kalau ada orang yang nikah seperti itu dengan hukum haram. Yuk kita baca alasannya mengapa haram.

Bayangkan saja, menikah dengan satu orang saja kadang udah repot. Apa lagi nikah dengan orang sekampung atau juga sedesa. Huwaaaa bisa dibayangkan betapa repotnya. Dalam satu kampung kan biasanya ada anak kecil, kakek, nenek, tante, keponakan dan sebagainya. Bayangin saja menikah dengan mereka semua. Pasti hukumnya bisa haram.

Bener gak :mrgreen:
ha ha ha ha ha