Parodi tentang pacar !


Lagi putus dengan pacar ? atau lagi nggak punya pacar ? atau lagi belum punya pacar ? atau lagi berantem ama pacar ? Silahkan baca ini dulu yah ! Ada 40 keburukan mengenai pacaran

Yang pada intinya pacaran itu dapat menyebabkan: Lanjutkan membaca “Parodi tentang pacar !”

Ha ha ha – Bertemu jodoh itu aneh – Pengalamanku sendiri !


Duh ini dia cerita yang ingin aku simpan di blog ini sejak lama. Pokoknya kalo inget soal yang satu ini sampe sekarangpun aku masih belum percaya 100% bahwa aku mengalaminya… Yaa.. itu dia masalah jodoh.. !

Mungkin cerita ini terlalu pribadi bagi beberapa orang, tapi aku hanya ingin share bahwa yang namanya jodoh itu ada di tangan Allah SWT.

Hayoooo yang belum nikah catatlah cerita ini sebagai referensi mencari jodoh. Pokoknya urusan jodoh itu tidak bisa ditebak kapan, dengan siapa dan dimana bertemunya. Wakakakaaa….silahkan baca sendiri, nanti terserah mau dibilang tragis atau romatis atau bahkan sadis… tapi yang jelas  cerita di bawah ini bagiku menjadi kesimpulan bahwa jodoh itu lucu…

Inilah pengalamanku sendiri bertemu dengan jodohku. Yaah inilah masa laluku. Saat dimana aku belum mendapatkan hidayah. Jujur aku telah jatuh hati pada seorang gadis di desaku sendiri cwiittt… cwiittt. ffwiiittt…. Aku gak akan cerita masa-masa pacaran dengannya. Hanya endingnya saja yang akan aku ceritakan. he he he.. :mrgreen:

Kami berpacaran sejak aku kelas tiga sma dan dia kelas tiga smp… wooow cinta monyet…  kwakk kwaakk kwaak…. Tapi itulah kami … seiring berjalannya waktu kami bisa mempertahankan jalinan cinta itu sampai sekitar 4 tahun lamanya. Walau terpisahkan oleh jarak bahkan sebrang laut (aku di Medan, dia di Banyumas). Walau godaan cobaan datang silih berganti, tetapi jalinan kasih itu makin menguat sampai akhirnya pada tahun ke empat ulang tahun kami jadian aku melamarnya bersama ayahku.

Whuuaaa seneng rasanya… Hari H pernikahanpun kami susun sambil mengumpulkan kebutuhan pada saat hari itu tiba. Yah.. bulan pernikahanpun sudah semakin matang untuk tiba waktunya. Dalam masa-masa membahas kapan tanggal baiknya, terjadilah hal yang aku anggap aneh…

Beberapa hari sejak aku melamarnya aku ada acara kondangan di daerah wonosobo. Eee…… disana entah mengapa aku melihat seorang gadis imut berkerudung putih… cuaaakeeeppp banget….. begitu bening di hati… walau pertama baru lihat sepertinya udah lama kenaaaalll getooh…. 

Aneh yak ?
Sepertinya kalau aku melihat gadis itu koq hati ini rasanya adem, tidak seperti kalau aku melihat gadis tunanganku yang saat itu sedang menunggu hari H pernikahan. Wah aku pikir ini godaan untuk menguji kesetiaanku. Aku cuek aja…

Eeeee…. sekali lagi… Aku koq saat kenalan dengan gadis itu ngakunya masih bujang.. ( ya iyalah kan belum menikah dan masih sendiri … xixixiii … dasar lelaki… ). Entah apa juga yang dipikirkan gadis itu.. baru sekali ketemu koq malah ngirim surat sama aku yang isinya “Jika mas bisa menerima aku apa adanya, insyaAllah aku akan tunggu mas”. Mau cerita lengkap tentang penilaian gadis itu, silahkan liat di sini... Yaaa ketauan deh…

Hadooohh… apakah aku bermain api ?… apa aku karena saking gantengnya… bener dweh… swerr… aku waktu itu bingung gak karuan… koq bisa yaaa ???

Halah ngapain bingung orang udah punya tunangan koq mikirin gadis lain… Gila kalii yaaa. !

Kemudian aku balik lagi ke tunanganku bercerita ini dan itu tentang apa yang aku alami di wonosobo….. Eeeeee….. ini yang ketiga kali aku melongo… ternyata saat itu tunanganku juga punya cerita yang sama… dia cerita bahwa saat ini dia sedang dekat dengan seorang sopir angkutan pedesaan…

Hadooowhh…. berkobarlah api cemburuku…
Tapiii koq nyalanya gak gede banget yah… aku merasa ada peluang untuk juga mendapatkan gadis yang aku ketemu sekali di wonosobo… (dasar buaya…)

Hatiku semakin berkecamuk, antara setengah cemburu dan setengah seneng… xixixiii… dan ternyata benar seiring berjalannya waktu alasan aku dan tunanganku untuk memutuskan tali kasih itu semakin kuat. Nhaaa giliran orang tua yang kelabakan atas keputusan kami.

Kami putus dengan damai, orang tuaku membatalkan lamaran. Walau masih ada sedikit rasa sedih dan menyesal, akhirnya jalinan cinta yang kami jalin lebih dari 4 tahun berakhir sudah dengan alasan yang gak jelas.

Eeeeeee…. ini yang keempat kalinya aku melongo… entah ada angin apa aku koq ingin ke wonosobo menemui gadis manis berkerudung putih itu. Tau deh seakan jiwaku ada yang menuntun, saat aku bertemu dengan orang tuanya yang keluar dari mulutku adalah lamaran untuk meminang gadis itu sebagai istriku…

Daaannnn diterima, kemudian aku pamit pulang…. bla.. bla.. bla…

Sepanjang jalan aku gak habis pikir, baru seminggu yang lalu aku putus tunangan dengan pacar pertamaku… eeeehhh hari ini aku melamar gadis lain… Nggak salah nehh… ???

Eeeee….. ini bikin aku melongo yang kelima… Aku dapet kabar bahwa tunanganku yang gagal, besok malamnya dilamar oleh sopir angkutan itu… glek… aku menelan ludah gak percaya…  Ueeddan…

Masih shock dengan apa yang aku alami, aku terus nggak habis pikir… inikah jodoh….

Singkat cerita dua bulan sejak hari terakhir dengan tunanganku yang pertama, dia akhirnya resmi menikah dengan sopir angkutan itu. Dan aku setahun kemudian….

Whuaaa… itulah jodoh… gak bisa aku mengerti dan tidak bisa aku rencanakan. Oleh karena itu pesanku buat temen-temen semua :

  1. Jangan memaksakan diri terhadap jodoh. Jangan karena alasan sudah cinta mati maka kalo nggak sama dia maka gak mau menikah. Percayalah ketika anda melihat pertama kali jodoh anda, maka Cinta yang selama ini ada akan kalah… Perasaan sayang anda pada kekasih anda selama ini akan kalah dengan perasaan aneh yang akan anda rasakan terhadap jodoh anda.
  2. Yakinlah jika belum jodoh walau diikat dengan apapun termasuk tali pertunangan bahkan pernikahan, kalau bukan jodohnya yaa akan putus juga. Contohnya aku…

Yaa itulah sepenggal kisahku mengenai jodoh. Tentunya ada hal lain dibalik itu mengapa aku juga tega meninggalkan calonku yang pertama. Sengaja aku gak cerita di sini karena tema tulisan ini hanya membahas keanehan jodoh…

Marii kalau ada temen-temen yang udah nikah, boleh share di sini tentang pengalaman bertemu dengan jodoh…

Indahnya pacaran setelah nikah


Tak terucapkan oleh kata-kata, tak bisa diungkapkan dengan tulisan…. pokoknya indah banget… mau ngapain aja sudah sah… oh indahnya….

Siapa sih yang tak ingin merasakan kebahagiaan setelah menikah.. sepertinya gak ada deh orangnya kecuali dia emang ada niat lain dalam pernikahannya. Semua orang pasti ingin bahagia dunia dan akherat.

Saat pertama pegang tangannya… jantung berdebar kenceng… bahagia… terasa lembut sekali rasanya… oh indahnya..

Saat tatap matanya yang berbinar-binar.. kemudian ia tersenyum manis dan tersipu malu..

Saat kugandeng tangannya ketika perjalanan, rasanya tak ingin lepas pegangan itu dan rasanya tak ingin cepat berlalu..

Saat makan sepiring berdua, walau makanan tidak enak tapi rasanya jadi enak sekali…

Dunia terasa indah dan luas. Tidak ada saat yang membahagiakans selain dengan dia…

Tidak ada rasa bersalah karena belum ada ikatan resmi, tidak ada rasa berdosa karena dia telah menjadi istriku… tak ada rasa khawatir

Dah lah… banyak sekali kebahagiaan setelah menikah…

Makanya bagi Anda yang belum menikah, cepatlah menikah. Jika anda sudah mampu, sudah ingin sekali menikah, maka segeralah menikah.

Ketika hati sudah rindu untuk memiliki pendamping, kala jiwa merasa sepi dikeramaian, ketika malam susah tidur, saat itulah anda sudah saatnya menikah. Janganlah ditunda.

Tapi jika si dia gak mau / belum siap maka itulah akibat pacaran. Karena itu janganlah berpacaran. Alasan orang berpacaran cuma untuk berkenalan lebih jauh, tetapi kerugian akibat pacaran tidak sebanding dengan hasil untuk mengatahui seperti apa dia sebenarnya.

Hati gelisah tiap saat, rindu yang menggebu, cemburu tanpa hak. Apalagi kalau dihianati… sakit hati, kecewa, marah bahkan bisa dendam. Jika seseorang berpacaran dan dia dihianati, tak ada yang bisa dilakukan selain marah dan kecewa. Tidak bisa menuntut karena dia bukan milik yang syah.

Apalagi kalau putus cinta.. berapa harta yang harus dikorbankan, harta benda mungkin tak ada artinya selama ini, tapi harta berupa kebersihan jiwa dari perasaan sakit hati, tak akan bisa terobati. Harta benda mungkin bisa dicari dan dikembalikan, tapi sakit hati siapa yang bisa memberikan penawarnya.

Anda dia yang berhianat kembali dan berjanji untuk setia, apakah anda masih 100% mempercayainya, apakah masih utuh ketulusan hati mencintainya, apakah cinta dia masih sepenuhnya untuk kita sementara pernah ada orang lain bersemayam di hatinya.

Apakah anda rela menerima dia yang dalam hatinya pernah ada orang lain ?

Segerakanlah menikah… tapi jangan pacaran. Anda bisa berkenalan dengan cara yang lain. Jadikanlah agama sebagai pedoman nomor 1 dan yang nomor 2 adalah dia mencintaimu karena agama dalam menikah.

Jika kau menikah karena harta, apakah harta itu miliknya, apakah harta itu yang akan membuat kebahagiaan. Sekarang kaya siapa yang tahu besok akan jadi miskin. Sekarang miskin siapa yang tahu besok akan kaya. Tapi agama dan jiwa yang baik tidak akan luntur begitu saja.

Jika kau menikah karena pangkat dan jabatan, apakah pangkat dan jabatan itu akan kekal. Siapa yang tahu kalau besok pangkat dan jabatan itu akan hilang.

Menikahlah karena agamanya. Percayalah apapun kondisinya, kaya/miskin jika masing-masing punya agama yang kuat.. pasti bahagia..