Pengin jatuh cinta, tapi sama siapa ?


Kenapa kalau melek malem, trus datang sebuah rasa yang entah bagaimana karena dengar sebuah irama suasan kondangan. Lalu kebayang kalau aku yang jadi mantennya kayaknya bahagia banget. Terus kemudian melihat si sia senyum sambil sibuk sana sini dalam acara hari mantenan ini. Bahagia banget dapet meminangnya hari ini.

Tapi sama siapa ? Gak kebayang orangnya, hanya angan-angan! gak ada calonnya.Nasib hanya bisa halu ya begini!

Koq ngangenin – Jalan pinggir pantai antara karang bolong arah purworejo


Pas nulis ini lagi baper banget, teringat sebuah suasana yang sangat nyess di hati yaitu kanan kiri jalan pinggir pantai antara kebumen dan purworejo, tepatnya muali dari pantai suwuk dekat karang bolong sampai purworejo.

Kanan kiri sangat bagus, satu sisi lihat pantai, satu sisi lihat ladang pertanian yang masih subur. Beberapa tempat ada hasil buminya langsung dijual pinggir jalan seperti jambu, belimbing, melon, blewah, semangka kadang pepaya.

Beberapa kali lewat jembatan yang sangat jelas terlihat muara dan pantai yang laut selatan yang ombaknya besar dan biru lautnya. Penging berhenti tetapi sepertinya bagus semua akhirnya gak berhenti.

Jalan yang luas, lurus, sepi dan halus sangat nyaman buat mengendarai mobil sambil menikmati cemilan. Nyruput kopi anget atau minuman dingin sambil liat pemandangan luas yang bersih. Bawah hijau atas biru dan putih, sangat asik untuk dinikmati.

Beberapa tempat seperti ngawe-awe (melambai-lambai) sama perutku untuk mengisinya dengan sate ambal. Sate khas daerah kebumen yang enak dengan bumbu kacang yang gurih kemudian teh panas yang aduhai…

Haduh… menuju sana sekarang mengapa susah ?

Kaum bumi datar silahkan patungan untuk bisa naik ke ISS, bawa kamera dan buktikan!


Sampe sekarang gak ada jurnal ilmiah resmi, gak ada yang sampai jadi hukum, gak ada riset yang seimbang antara kesimpulan sendiri kalau bumi itu bulat.

Contohnya gini, nyimpulin bumi punya kubah raksasa, pakai loyang / piring terus dikasih asap dan ditutup balon gelembung. Katanya levitasi dan kemudian menyalahkan humun gravitasi yang sudah ada kajian ilmiah dan matematisnya.

Contoh lain pakai video-video dan foto NASA untuk di caci maki, di cocok-cocokin kesalahannya. Disimpulkan kalau semua adalah CGI dan yang paling radikal adalah kepalsuan satelit. Katanya satelit itu gak ada. Roket yang meluncur itu jatuh kelaut sebagai prank sains modern.

Mmm… yang paling kacau adalah mendadak para kaum bumi datar ini menjadi ahli tafsir Al Quran atau Hadits untuk mencari dukungan. 🙈

Padahal, mereka itu sebenarnya bisa, patungan untuk pergi ke ISS, trus mfoto sendiri dari sana. Pakai kamera yang bener, jangan yang dipakai NASA yang katanya fish eye jadi melengkung. Tapi mana mau mereka mbuktiin secara bener. Kalau kebukti bumi bulat, ntar gak ada lagi konten yang menghasilkan kaya sekarang.

Atau cara yang murah banget, pergi naik gunung, terus bawa teleskop. Cari benda yang jauh yang tingginya sama dengan gunung yang di daki. Dari gunung rinjani misal paki teleskop kan bisa melihat gunung everest. Eh tapi gak mungkin sih, ntar mereka malu kalau gagal melihat.

Ada sih yang pernah liat dari gunung-gunung di jawa. saling terlihat puncaknya trus jadi klaim bumi datar. Tapi mereka mereka lama-lama sadar kalau gunung-gunung di pulau jawa jaraknya dekat sekali dibandingkan luas bumi, belum mencapai jarak lengkungnya…

Oh iya, rata-rata video mereka sekarang diawali dengan statemen menyalahkan dulu pembacanya yang percaya bumi bulat. Diketawain. dibegoin. di goblokin dulu, baru dikasih penjelasan. Ini kan ilmu psikologi untuk mencuci otak orang.

Karena apa ? karena mencari fakta dan bukti bumi datar itu selalu terbantahkan, mereka pakai cara cuci otak. Mau ajaran apapun kalau dengan model cuci otak ya akan berhasil.

Ya gak?

Nilai uangnya kecil, tapi bikin masalah dan gak ikhlas!


Pernah liat tukang parkir yang pas kita datang gak ada, trus pas mau pergi tiba-tiba ada yang prit… prit… sambil nunjuk-nunjuk arah dan intinya minta uang parkir! Banyak diulas mengenai hal yang menyebalkan ini. Uangnya sih kecil, tapi caranya yang bikin gak nyaman dan jadinya sangat gak ikhlas. Dosa semua jadinya hanya gara-gara uang senilai seribu sampai duaribu

Trus barusan mengalami, ada satpam sebuah perusahaan yang menyediakan area wifi yang aksesnya beli dengan cara sms dan bisa dipakai di lokasi yang disediakan. Sama satpam yang berjaga di lokasi, gak boleh beli pakai sms, tapai beli sama satpam tersebut untuk akses wifinya. Ada selisih seribu lebih mahal. Satpam tersebut sudah digaji sama perusahaanya, tapi membuat kebijakan sendiri di tempatnya. Kecil tapi cikal bakal penyalah gunaan kewenangan jika posisinya lebih tinggi. Nggak bagus buat perusahaan dan masa depan.

Pernah gak masuk terminal ? masuknya aja udah bayar, eh di dalamnya ada tukang parkirnya lagi. Ini gimana sih, negara ini mahal karena biaya-biaya seperti ini.

Di daerah penghasil sayur cukup besar di jawa tengah, di pasar orang kalau mau jualan sayur keliling pakai motor ditarikin uang, katanya sebagai anggota. Uangnya sebagai jasa pengaturan kenyamanan. Pertanyaanya kondisi gak nyaman ini dibuat oleh siapa ? Sedari dulu kondisi gak nyaman itu oleh preman yang malah bekerja, bisanya minta jatah sama orang lain. Kalau ada orang gak mau dimintai jatah, rasa gak nyaman pertama bisa ditanya deh, itu datang dari siapa ?

Masih banyak lagi contoh biaya yang dibuat oleh orang-orang yang gak kreatif cari uang, dengan modal okol menarik uang dari orang-orang disekitarnya.

Contohnya paguyuban ojek pangkalan, dengan dalih uang anggota, uang kesejahteraan, setoran setiap narik, itu menghidupi siapa sih sebenarnya ?

Internetan di Wifi Corner Telkom Purbalingga – Beli vouchernya ke satpam, bukan ke 9810 !


Pertama ke wifi corner telkom purbalingga, untuk keperluan remote akses pekerjaan di jakarta. Seperti biasa, langsung parkir dan cari tempat di area yang sudah disediakan. Trus pasang posisi duduk manis, buka hp dan mau beli voucher dengan sms NET 5000, kirim ke 98108.

Tiba-tiba di datangi satpam, katanya gak boleh beli voucher via sms, harus beli ke pos satpam, karena sudah ada pengaturan nomor tempat duduk. Harganya 6000. Dapat nomor antrian kertas tulis tangan.

Apakah ini bisnis model baru dari wifi corner telkom ?

Lebih teratur sih, gak pindah-pindah meja jadinya. Apa aku yang baru tau yak?

Ada yang punya pengalaman kaya aku?