Sholatlah, kemudian istigfar, shalawat dan berdzikir untuk setiap hal


Reminder untuk saya sendiri, atau para pembaca semuanya.

Tentang semua hal, baik, buruk, sedang bahagia, sedang sedih. Sedang lapang atau merasa gak karuan.

Sholatlah dua rokaat, menghadap kepada Allah sang Pencipta. Mohon ampun atas segala kesalahan dan bersholawat kepada panutan hidup.

Untuk mengawali lagi agar hati lebih tenang, lebih matang dan tidak terlalu larut dalam keadaan.

Kemudian selalulah berdzikir… ingat Allah…

Bukan berkonsultasi agar instant mendapatkan solusi. Jauhilah mereka yang mengajak pada solusi instant seperti orang yang mengklaim pintar, dukun dan sejenisnya. Karena ini akan memperkeruh masalah

17 Agustus 2020 – Dirgahayu Republik Indonesia 75th


Untuk maju perlu usaha

Kadang malu terhadap diri sendiri yg sering mendebatkan ide sehingga larut dalam perdebatan tersebut..
Perlu aksi perubahan positif untuk maju, sekecil apapun itu.
Untuk maju perlu melewati banyak proses bukan banyak protes, kata yg saya pernah dengar dari Merry Riana.

Teruslah kembangkan ide untuk kemajuan negeri ini, lanjutkan dengan rencana, fokus, optimis,berfikir terbuka dan jangan lupa berdoa..

Bangga menjadi Indonesia
Maju Terus Indonesiaku

Dirgahayu Indonesia ke-75

Terimakasih Seniorku, tyns

Bentangkan Sayap Garuda


Teringat tentang sejarah dulu
Bumi pertiwi kita membisu
Kerap rintangan yang selalu maju
Menusuk tulang rusukmu

Terimakasih kami ucapkan
Untukmu para pahlawan bangsa
Yang rela berkorban
Demi bentangkan sayap Garuda

Banyak sudah keringat mengalir di bumi ini
Kau para Pahwalan ciptakan semangat baru
Yang tertanam
Di dalam merah darah rakyatmu

Kau para Pejuang
Subur dan tanah negeriku
Tanpa balas jasa
Kau tanamkan merah putihmu
Dan kan ku jaga selalu

Kau beri kemerdekan yang sejatai
Karena perjuanganmu

Dengan sedih kamu akan mengerti arti bahagia!


Pesan buatku sendiri, atau kalian yang sedang lupa caranya sedih…

Keluarlah rumah sejenak, jangan bawa uang, jangan bawa makanan…berjalanlah kaki.. kemudian itari kampung atau desa.

Kamu masih bisa tenang karena masih ada yang dikenal, kalau haus, masih bisa say hello sama orang-orang sekitar.

Tapi bagaimana mereka yang setiap hari, setiap saat hidup gak punya uang, gak punya kenalan. Tadi itu kamu baru merasakan sebagian kecil sekali kesedihan mereka.

Kesedihan yang membawa mereka jadi perusak, penjahat dan orang-orang yang lari menyalahkan sistem masyarakat ini. Ntah dari korban kesalahan sendiri atau kerakusan para penguasa koruptor.

Tapi mereka ada, dan di sekitar kita. Dan kita, masih bisa menanti, apa yang akan kita makan setelah ini. Atau besok mau kemana. Dan mereka, hanya bisa berangan-angan, andai nanti ada makanan, aku bisa makan kenyang.

Kalau kamu sedang tidak bahagia, kamu itu salah besar. di luar sana masih banyak orang yang jauh lebih sedih dari kamu. Apa yang membuatmu sedih?

Karena kamu sedang lupa caranya bersyukur!