Sudi dan Dudi, #20 Detik-detik sebelum sudi dicekek rombongan kera liar!


Aku, tiba-tiba kangen banget dengan emak. Walau aku belum kenal banget wajahnya seperti apa, tapi paling tidak aku masih ingat aroma badannya ketika aku masih menyusu. Menyusu yang gak pernah membuatku kenyang, hanya sekedar melegakan rasa haus. Lagi nyaman dikelonin emak, tiba-tiba aku merasa susu emak habis dan emak langsung bangun, dan pergi.

Sering aku meminta emak agar lama-lama di sebelahku sekedar aku bermain, tapi itu jarang sekali… dan sekarang aku lagi kangen dengan emak, kangen hangat bulunya melindungiku. Emak, dimana kamu sekarang :=(

Tiba-tiba aku melihat serombongan kera yang lewat di seberang jalan. Aku menghampirinya, beberapa mereka juga menghampiriku. Dan aku melihat salah satu dari mereka sedang mengemban anaknya. Lucu benget, aku jadi ingat masa kecilku, dan aku duduk dekat-dekat dengan mereka. Aku melihati anak kera itu sedang menyusu dan aku seperti kangeeen banget dengan masa laluku.

Aku semakin mendekat dan mendekat kemudian aku merem dan terlelap tiduran di sana. Ntah ini rasa yang nyaman banget aku rasakan…

Tapi tiba-tiba ada yang memukul dan mencekek aku sambil menarik-narik badanku. Aku segera sadar dan membuka mata. Ternyata aku sedang dicekek sambil dipengangi beberapa ekor kera. Aduh kenapa ini. Aku yang bengong gak bisa berkutik bahkan bersuara.

Tiba-tiba aku ingat apa yang aku lakukan sebelum merem, aku mendekat dan mendusel sama induk kera yang sedang menyusui anaknya, aku ikut nyusu sama kera dan itulah ingatan terakhir sebelum aku merem.

Kemudian aku ampun-ampun dan minta maaf sama kera-kera itu sambil pasrah apa yang akan mereka lalukan.

Sudi dan Dudi, #19 Entah apa sebab dudi naik pohon pisang dikeroyok anjing


#novel #novelpendek #halu #opop

Udah lama gak ketemu dudi, sejak dia itu aku tahu bukan cowo, tapi cewe dan sedang hamil terakhir kali ketemu. Dudi yang merupakan saudara sekandungku, besar bareng, terlantar bareng, tapi terpisah karena kecelakaan dia nabrak motor.

Nah hari ini aku lihat dia sedang berlari kenceng sekali diikuti beberapa ekor anjing. Aku yang lagi jalan santai jadi bersembuyi dan kemudian mengikuti lari ke arah kebun pisang. Dan membuatku terpana sambil waspada jangan sampai anjing-anjing itu melihatku.

Ampuuun dudi lagi naik pohon pisang, sementara anjing-anjing menungguinya dibawah dan melompat2 sambil menggigiti pohon pisannya.

Aku lihat dudi hanya memantau santai di atas pohon pisang dan sementara anjing-anjingnya ganas banget sepertinya. Aku jadi penasaran salah apa sebenarnya dudi sama mereka. Tiba-tiba pohonnya mau roboh saking ganasnya anjing menggigiti pohon pisangnya.

Aku pengin tertawa melihatnya tapi taku dosa. Pohon pisan roboh dan dudi lari kenceng banget naik pohon pisang sebelahnya. Dan adegan terulang, Aku dengan mengendap-endap mendekati lagi sambil mencari cara untuk menolong. Tapi kayaknya kali ini aku kalau melawan mati konyol. Itu anjing ntah makan apa badannya gede-gede banget.

Standar hati itu turun, bekas siapa sudah gak jadi masalah!


Ini tentang psikologis, yang dulu sama sekarang itu beda jauh banget. Dulu itu kalau kita punya kekasih sudah gak gadis lagi atau sudah gak perjaka itu rasanya gak nyaman bahkan aib. Kalau punya istri ternyata sudah gak perawan lagi, bisa cerai.

Tapi sekarang ?

Karena tiap hari kita dicekoki berita-berita tentang hilangnya keperawanan, keperjakaan, masih smp sudah gak perawan, masih sd sudah gak perjaka. Sex bebas di kampus

Trus saatnya mendapatkan kekasih, masih mempertanyakan itu ?

Rasanya sudah hal yang gak keren untuk ditanyakan lagi. Sudah sangat sulit mendapatkan seseorang yang masih suci baik laki-laki atau perempuan. Ngakui atau tidak, sekarang itu lebih mengutamakan aku suka kamu dan kamu suka aku, ayo jalani hidup ini! Gak lagi melihat latar belakang dengan nanti berbagai efek buruknya seperti gampang cerai, gampang berantem dan gampang bubaran.

 

Aku nyaman bersama dia


Dan haruskah memilih
Antara hati yang berbeda
Resah gelisah dan memang
Sungguh ku tak bisa
Bohongi rasa, harus tuk siapa
Aaaaa Harus seperti ini
Aku tak mengerti
Menahan hati
Jujur separuh hati ini telah dimiliki
Tanya hati mengapa begini
Antara nyaman dan cinta
Sungguh ku dilema
Harus memilah hati tuk siapa
Ku mencitaimu tapi ku nyaman denganya
Kau saikit, aku terluka
Dia yang ada, obati rasa
Aku terbiasa nyaman bersama dia
Jujur aku akui ini salah
Tapi sungguh ku tak bisa bohongi rasa
Antara nyaman dan cinta

Maaf harus seperti ini
Aku tak mengerti
Menahan hati
Jujur separuh hati ini telah dimiliki
Tanya hati mengapa bengini
Antara nyaman dan cinta”
Sungguh ku dilema